Demi Ham rakyat Papua, Prabowo Mungkin akan lebih Layak jadi Presiden RI, Banding Jokowi


Oleh: Laggoan C.

Dua capres di Pilpres 2019, Prabowo Subianto (kiri) dan Joko Widodo (kanan). (REUTERS/Darren Whiteside)

MAJALAHWEKO, – Walaupun saya sudah pasti golput, tidak salah bila saya memberikan sedikit komentar soal siapa Capres yang setidaknya cukup layak bagi rakyat Papua yang akan memilih pada Pilpres17 april nanti. Analisis dan intuisi saya lebih memilih Prabowo sebagai Presiden RI lebih mending jika dibandingkan Jokowi.

Berikut ini merupakan alasan yang saya pikir bisa jadi dasar anda dan saya dalam memahami maksud tersebut.

a). Wiranto Masih Ada dan Kini Dia Menjadi Presiden Tersembunyi Dibalik Layar.

Pemerintahan Jokowi-JK posisi Wiranto saat terjadi peristiwa Tim-Tim, Mapenduma, hingga kasus penghilangan aktivis 1998 menjabat sbg panglima ABRI. Artinya dia adalah kepala TNI/POLRI Indonesia sejak orde baru. Di bawah komando kepemimpinannya semua peristiwa pembunuhan dan kekerasan di Indonesia terjadi. Namun, kini ia masih bebas. Prabowo yang kena imbas sendiri padahal Wiranto sbg kepala mestinya ikut diadili. Jadi selagi Wiranto masih berada dibalik kabinet Kerja Jokowi maka sudah pasti apapun kasus HAM dst tidak akan pernah diusut tuntas.

Contoh: pertama, pada tahun 2016 ketika Presiden Jokowi memerintahkan penuntasan kasus HAM sewaktu Luhut B.Panjaitan menjadi Menkopolhukam, tiba-tiba upaya itu lenyap dan Luhut di geser ke Menko Maritim dan Wiranto menggantikannya. Sejak saat itu, isu itu lenyap bak ditelan bumi. Komunitas Internasional ditipu. Kentut yang dikeluarkan dihirup kembali oleh Jokowi.

Kedua, Kita bisa lihat bagaimana reaksi-reaksi agresif dan paranoid Wiranto terhadap berbagai isu keamanan di Papua. Mulai dari isu Nduga, Timika dll.

Ketiga, kita bisa nonton video dibawah dimana terjadi adu mulut antar para eks Jenderal Kivlan Zein dan Wiranto soal kasus penghilangan aktivis 98.

Jadi akal sehatnya adalah: apabila Jokowi terpilih lagi sebagai Presiden maka, sudah pasti bahwa tidak akan ada angin segar atau perubahan dalam upaya penegakan HAM di Papua. Sebab Wiranto akan tetap berperan sebagai “man behind the scene”. Kita bisa lihat bagaimana perintah Jokowi saja dibantah Wiranto tentang wacana pembebasan Abu Bakar Baazir beberapa wkt lalu.

b) Prabowo Dapat Menjadi Agitator atau Pendamai Atas Berbagai kasus HAM.

Siapa tahu isi hati dan pikiran pribadi tiap manusia. Setiap manusia tentu memiliki karakter dan kepribadiannya yang berbeda-beda dan dapat berubah sesuai pengalaman dan pengamatan dalam kehidupannya. Fleksibilitas tentu menjadi ciri manusia.

Berdasarkan itu, maka siapa sangka jika naiknya Prabowo sbg presiden justru dapat membawa angin segar bagi penyelesaian masalah Papua bersama segudang pelanggaran HAM lainnya. Apalagi sosok prabowo sudah mendapatkan ganjaran dari perbuataannya yakni diberhentikan dari dinas militernya.

Tidak seperti Wiranto yang masih aktif hingga pensiun dan tidak pernah tersentuh hukum sehingga merasa dirinya paling benar dan berkuasa karena terus berada di dalam lingkaran kekuasaan. Maka dengan memilih Prabowo sebagai presiden barangkali kita dapat menemukan adanya terobosan2 baru yang penting bagi orang Papua. Saya justru pesimistik jika Jokowi yang kelak terpilih karena jelas siapa aktor kunci dibaliknya tadi.

c). Rakyat Papua Butuh Sosok Presiden Baru Selain Jokowi

Anak kecil sekali pun di Papua sudah tahu bahwa Jokowi adalah Presiden Indonesia ke tujuh yang paling banyak:

– Bangun ini dan itu, tapi paling aktif tangkap aktivis dan bikin ratusan anak di Nduga hingga hari ini mengungsi dan melarat serta datangkan ribuan militer untuk bangun infrastruktur.

– Janji ini dan itu, tapi belum ada yang ditepati contoh pengungkapan kasus HAM Paniai dll. Jadi Jokowi adalah Presiden penipu.

– Rajin datang ke Papua, tapi orang Papua belum bisa dihibur karena hanya urus projek bukan menyentuh dan menyelamatkan manusia Papua yang senantiasi dikejar, direpresi, dibunuh, ditangkap, dipenjara dan ditembak bagaikan binatang buruan.

d) Prabowo Bisa Membuat Terobosan “Unpredictable” Bagi Papua

Dibandingkan Jokowi, Prabowo dapat membuat Papua bisa lebih maju dalam persoalan politik. Hal itu sebagai respon atas segala kebijakan atau tindakan Prabowo kelak entah baik atau buruk.

Jika Indonesia dipimpin oleh Prabowo akan lebih jelas sikapnya sehingga hal tersebut dapat menjadi indikator Papua harus bagaimana, akan jadi apa atau akan kemana scr tak diduga bahkan bisa melakukan sesuatu yg lbh besar. Sebab di era Jokowi sudah jelas bahwa isu Papua akan disekuritisasi dan di “locked” dari semua dimensi akses dan ruang demokrasi-HAM agar baunya tak merebak keluar.

Intinya kita sudah tahu format yang dipakai Jokowi untuk menangani Papua ini seperti apa. Maka kini rakyat Papua harus berani melihat Prabowo sbg “the next President” agar bs jelas nasib rakyat Papua dalam 10-20 tahun ke depan.

e) Sudah Waktunya Partai Megawati dan Kroninya Hijrah dari Tanah Papua

Pada 1999-2004 peran Megawati sangat dominan demikian pula pemberian UU OTSUS dan pembunuhan Theys Eluay pun diduga dilakukan oleh Megawati yg saat itu menjabat sbg Presiden Indonesia. Oleh sebab itu, sudah saatnya Presiden Indonesia seperti Jokowi yang tidak lebih seperti petugas partainya Megawati ini diberhentikan. Rakyat papua musti berani keluar dari pengaruh partai PDIP yg sebenarnya menjadi otak utama dan memegang kendali atas Jokowi.

Jadi dengan menolak Jokowi pada Pilpres ini maka secara tidak langsung orang Papua telah menolak Megawati yang diduga menjadi biang utama saat pembunuhan Theys H.Eluay dan presiden pemberi gula-gula politik yang disebut OTSUS. Bisakah?

Hollandia Binnen, 7 April 2019.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Polhukham, Tanah Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: