Ibu ini Mengatakan: Anak saya Bertahan Hidup dengan Air Susu saja


Foto Selpi dengan Mama Penggungsi di atas Strada

Cerita Penggungsi dari Masyarakat Nduga

MAJALAHWEKO, TIOM – Saat itu, Selasa, 02 April 2019, saya ada diatas mobil jenis strada triton warna merah, dari Lanny Jaya menuju ke wamena. Diatas mobil itu ada tiga belas penumpang, kami dari terminal Lanny Jaya menuju ke wamena. Pukul 12.25. 

Sesampai di yalipak jembatan kali balim, terlihat dipingiran jalan tersebut, banyak orang menghiasi tubuh mereka dengan busana adat Lani Papua. Mereka berjalan kaki menuju ke pirime, acara kampanye Partai Pilitik DPI Perjuangan yang dipimpin oleh Dopen Wakerkwa berserta Caleg DPRD Kabupaten Lanny Jaya.

Mobil itu berhenti dan hampir semua penumpang turun di pirime. Hanya sisa lima penumpang. Kami terus mulai star hingga di Kampung Indawa. Salah satu penumpang turun disana. Sisa hanya empat penumpang dengan tujuan ke wamena dua anak, satu Ibu ini dan salah satunya saya sendiri.

Diatas mobil itu, ada dua karun beras lima puluh kilo, ketika saya mengatur beras tersebut untuk saya dengan penumpang duduk, saya mendengar dengan bahasa yang saya tidak mengerti, (bahasa Nduga). Saya penasaran, kok ibu ini bicara yang saya tidak bisah dengan.

Saya tanya dengan bahasa Indonesia, ibu dari mana, rupanya ibu itu sedikit-sedikit tau bahasa Indonesia dan ibu itu langsung menjawab, saya dari Nduga, saya dengan anak saya penggungsi.

saya punya anak empat, tapi tiga ini lari ke Timika, sementara suami saya duluan ke Wamena, jadi saya dengan anak sya terakhir  ini lari untuk selamatkan diri masing-masing, tidak sama-sama.

Dalam perjalanan penggungsi, kami melewati utang dan gunung, Air dan lembah, tahan dingin dan hujan, kami tidur empat hari di utang, lihat anak saya ini sudah besar di utang. Walaupun, perjalanan kami jauh untuk menempuh di kuyawagi Lanny Jaya, anak saya ini masih selamat. juga ada banyak anak-anak yang mati di utang.

Foto menju ke Wamena

Selama empat hari di utang, makan apa disana?

Untuk makanan memang susah, karena tidak ada kebun di utang, tetapi kami mampu melewati hanya bertahan dengan air putih. Dan juga sebagian besar, mereka ada makan rumput untuk tahan kekuatan selama perjalanan menuju ke kuyawagi Lanny Jaya. Tetapi saya juga sama, dan untung anak saya ini bisah bertahan dengan Air susu.

Sampai di kuyawagi baru kami ada dapat makan dari masyarakat setempat. Juga kemarin ini baru kami mendapat perhatian dari pemerintah Lanny Jaya.

Bantuan Pemda Lanny Jaya

Ketua Palang merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lanny Jaya, Christian Shoilaid, ST, M.Si, telah memberikan bantuan berupa beras 22 ton, 50 Karton supermi, 4 kartan gula pasir, 14 kodi telur, susu, dan juga alat Tidur berupa selimut dan kain. Hari senin, 03/04/2019.

Bantuan ini diserahkan kepada masyarakat kuyawagi, dengan tujuan untuk membantu penggungsi masyarakat dari nduga yang sudah ada di Kuyawagi beberapa hari lalu hingga hari ini terus mendatanggi. Dan saat ini sudah ada sebanyak 755 jiwa.

Baca selengkap tentang berita Bantuan dari Pemda Lanny Jaya Silahkan: Klik Disini…

Tindakan Aparat Gabungan TNI-Polri di Nduga Seperti apa?

Ketika saya bertanya tentang TNI-Polri, dimata ibu ini mulai berkaca-kaca, tampaknya ibu ini merasa sedih, dan ketika saya melihat dimata ibu ini, langsung menanggis.

Lalu ibu ini berkata “Mereka tembak sembarang, mereka tidak hanya kejar OPM, mereka kerjar orang Papua sembarang, saya takut skali, kata Ibu ini.

Disana tentara juga kasih turun bom, jadi kami lari di utang terambur, anaknya lari tempat lain, bapa lari tempat lain, mama juga lari tempat lain. Saya punya anak tiga ini lari ke timika, saya tidak tau kondisi disana seperti apa. Apa lagi kemarin pemda bawa Bantuan itu, dengan Tentara-Polri bawa senjata, kami takut sekali karena sudah trauma.

Seketika kami sampai memasuki wilayah Kimbim wamena, cuaca agak buruk hujan deras, sehingga tidak sempat lanjut cerita perjalanan, hingga tiba masuk di Wamena kota.

Penulis adalah Nuken Kogoya, S.H. Pemuda asal Lanny Jaya Papua

 

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Gaya Hidup, Informasi

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: