Sepi: Masyarakat Pilih Wakil Rakyat Yang Punya Kualitas


Sepi Wanimbo, S.IP.M.KP Ketua Departemen pemuda Baptis Papua (Potret: Nuken/MW).

MAJALAHWEKO, – Pemilu tinggal hitung hari atau minggu  lagi ke depan Komisi Pemilihan Umum  ( KPU ) Kabupaten Lanny Jaya menetapkan caleg yang sudah memenuhi syarat dari 16 Partai politik ( Parpol ) . jumlah kurang lebih 373 yang tersebar seluruh wilayah lanny jaya dari beam sampai kuyawagi  yang perlu diperhatikan bagimana kualitas caleg yang akan dipilih masyarakat. 

Namun yang jadi pertanyaan  seperti apakah harapan kita akan kualitas caleg mendatang. Ini harus kita tentukan sejak saat ini. Jangan sampai pemilu mendatang hanya jadi panggung politik para caleg tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat.

Saya kira menentukan sebuah pilihan politik pada pemilu, ada beberapa permasalahan yang akan dihadapi di antaranya, integritas. Saya kira persoalan sekarang adalah bagimana menyatuhkan pilihan politik kita kepada calon legislative yang jumlahnya sangat banyak dengan program yang bagus – bagus dalam menentukan pilihan politiknya, masyarakat papua khusus lanny jaya sekarang harus mulai  mempertimbangkan secara cermat.

Satu hal yang saya perlu di garis bawahi adalah bahwa adalah bahwa dalam memilih caleg harus berkualitas. Berkualitas tidak hanya diukur dari apakah terkenal. Sebab dari pengalaman beberapa pemilu lalu banyak anggota legislative memiliki keterkenalan yang luar biasa, akan tetapi saat bekerja hasilnya tidak rasakan oleh masyarakat.

Hal itu disebabkan kerena pada saat kampanye mereka hanya mengandalkan konsep, orang lain juga konsep pribadi bacalek itu sendiri akan tetapi praktek tidak ada. Akibatnya, tidak bisah berbuat apa – apa caleg harus memiliki sejumlah kriteria penilaian yang terukur agar masyarakat tidak terjebak dengan janji manis caleg. Ujung – ujungnya nanti kita hanya bias mengeluh  ketika biaya hidup atau kebutuhan tinggi, ketika menghadapi masalah social sedangkan para wakil rakyat kita sibuk dengan studi banding ke luar negeri atau sibuk dengan kepentingan person.

Saya kira untuk memilih caleg yang berkualitas, paling tidak  kita memili beberapa kriteria penilaian, yaitu memiliki integritas intelektual, intelektual Rohani dan social  moral.

Integritas Intelektual

Integritas intelektual caleg harus memiliki kompetensi keilmuan dan wawasan. Kemampuan ini tidak hanya dibuktikan dengan selembar ijaza atau gelar yang berderat panjang di depan atau  di belakan namanya.

Karena banyak di negeri ini ya ng bergelar dan berjaza namun kualitas berfikirnya dipertanyakan. Pendidikan tinggi memang membantu memiliki kemantangan integritas intelektual. Indikatornya adalah kemampuannya dalam menulis konsep, berbicara dan mendengarkan.

Kualitas intelektual caleg bisah dilihat ketika dia berpidato/kampanye. Apakah bahasanya baik dan berbobot, bias menulis gagasan serta mau mendengarkan keluhan warga dan mencari jalan keluar.

Saya kira kebiasaan itu kelak akan menjadi wilayah kerja Anggota Dewan. Sebab tugas dan wewewnang legislative adalah membuat peraturan atau legislasi, pengawasan control dan menyusun anggaran. Bagimana mungkin dia biasa bekerja sesuai tugasnya jika Anggota Dewan tersebut tidak bisah menulis, menyampaikan gagasan dan memperjuangkan aspirasi rakyat di gedung parlemen.

Meneurut saya integritas intelektual legislative berdampak pada autput kebijakan pemnerintah. Seperti kebijakan dsan produk hukum yang tidak pro rakyat, banyak masalah public yang terabaikan, anggaran tidak memihak kesejahteraan masyarakat. Padahal disini lain, pihak eksekutif sudah terdidik dan terlatih dalam membuat kebijakan public. Sementara Anggota Dewan setiap periode pasti ada wajah baru yang banggung, dengan kemampuan yang beragam.

Intelektual Rohani

Seseorang yang memiliki intelektual Rohani, cenderung menyadarkan hidupnya pada suatu kekuatan yang dianggap, baik misalnya mereka yang beragama percaya kepada Tuhan, jujur dan mengedepangkan kepentingan rakyat.

Menjadi Rohani sendiri dapat memberikan efek positif dalam hidup, salah satunya menumbuhkan sifat – sifat baik seperti cinta, kesabaran, toleransi, dan lain – lain. Selain itu adalah manfaat lain memiliki intelektual Rohani yang baik dalam pelayanan masyarakat.

Integritas Sosial

Kriteri kedua adalah seorang caleg harus memiliki integritas social. Integritas ini untuk mengukur tingkat kependulian caleg terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kependulian ini tidak bersifat instan, ketika ada kepentingan politik menjalang pemilu.

Tetapi bisah dilihat kipranya di masyarakat, apakah sebelumnya dan sesudah menjadi caleg ada konsistensi perilaku kependulian terhadap problem masyarakat.

Hal serupa bagi Anggota Dewan yang  banggung, apakah sebelum dan selama menjadi anggota Dewan tetap merakyat, memperjuangan kepentingan umum atau tidak. Jika tidak, kesimpulannya dia bukan pejuang sejati tetapi seorang oportunis. Dengan kata lain, kita hanya sia – sia jika harus memili kembali anggota Dewan  atau caleg seperti itu.

Integritas Moral

Aspek lainnya tidak kalah pentingnya adalah seorang caleg wajib memiliki integritas moral. Persoalan moral erat kaitannya dengan pengalaman agama seseorang.

Seperti halnya kriteria Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa harusnya yang terukur, bukan sekadar bukti fisik Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) bahwa dia warga Negara yang beragama.

Moral bisah dilihat pengalaman agamanya dalam kehidupan sehari – hari di keluarga, masyarakat dan lingkungannya kerjanya selama ini. Moral dalam kejujuran, keberanian dan mengajarkan kebenaran, mengukur dan mencegah kejahatan. Dengan sikap ini kita yakin seorang caleg akan konsisten memperjuangkan kebenaran demi kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan ini saya selaku ketua pemuda baptis papua Angginak Sepi Wanimbo, S. IP,. M. KP mengajak kepada seluruh masyarakat kabupaten lanny jaya beam sampai kuyawagi agar memanfaatkan kesempatan pemilu akan mendatang beberapa hari atau minggu kedepang ini memilih caleg yang betul – betul memiliki kapablitas dan integritas yang tidak diragukan.

Coba bayangkan jika kita salah memilih lima di pemilu, maka lima tahun kita tidak mengharapkan apa – apa alngka baiknya sebelum memilih caleg terlebih dahulu memperhatikan kemampuan serta kapablitas yang terukur.”Oleh Sepi Wanimbo,S.IP.,M.KP, Ketua Pemuda Baptis Papua.

Editor_admin/MW.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: