Pemuda Baptis Tolak Miras, Karena Miras adalah Air kencin Iblis


Miras (Ilst)

MAJALAHWEKO, WAMENA – Mengigat situasi hari ini beda dengan situasi kemarin-kemarin, pembunuhan, tabrak lari, dan ditembak yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal. Maka saya Sepi Wanimbo, Ketua Departemen Pemuda, Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua mendesak, kepada seluruh Warga Baptis untuk menjaga anak-anak sekolah Minggu dan Pemuda. 

Saya selaku Pemuda tidak mau mendengar dan tidak mau melihat pemuda Baptis Papua dapat tabrak, dapat bunuh, dapat tembak dan lain-lain.

Ketua juga menghimbaukan anak-anak sekolah minggu dan Pemuda untuk berhenti Minuman Keras (Miras).

Sepi Wanimbo, S.IP.M.KP Ketua Departemen pemuda Baptis Papua (Potret: Nuken/MW)

Kata Sepi “Kita tinggalkan miras, kita mengikut Yesus, kita fokus pada pelayanan. Tenaga kita harus korbankan untuk Tuhan maka ada bermanfaat kedepan”.

Pemuda Baptis Papua harus tolak Miras, karena miras adalah Air kencin Iblis, jadi Pemuda Baptis Stop Miras. Mati sia-sia Akibat minuman keras, maka tidak perlu bikin duka, menangis capek-capek.

Miras adalah salah satu visi khusus yang dilakukan oleh Indonesia untuk menghabiskan orang Asli Papua, hitam kulit, rambut keriting. (Nuken/MW).

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam Berita, Gaya Hidup, Pemuda Baptis, Pendidikan dan Kesehatan, Suara Baptis, Tanah Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: