Pancasila yang ke 5 itu Hapus atau redaksi kembali


MAJALAHWEKO, MAKASAR – Realita yang sedang terjadi dari sorong sampai samarai sangat aneh tapi fakta juga karena pembunuhan, pemerkosaan penindasan, pencurian,dan lain sebagainya dimana-mana, tanpa mengetahui siapa pun dia. Jelasnya kan setiap bangsa punya hak ulayat masing-masing Tuhan berikan pada saat diciptaannya. 

Namun juga dalam Dasar Negara Republik Indonesia (NKRI) pada alinea kedua dan alinea kelima pernah mengatakan bahwa “kemanusiaan adil dan beradap” tetapi sampai detik inipun sama sekali tidak rasa kemanusiaan bangsa melayu terhadap kami bangsa malanesia apa alasannya? Dan berbunyi dalam silah yang ke kelima ialah “keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia” tetapi jelasnya keadilannya pun hanya ada dalam Sabang sampai Amboena.

Maka kami dari Bangsa Papua Barat bisa manivertasikan kepada kaum klonial Indonesia bahwa kenapa diatas tanah Papua hampir penuh dengan darah manusia karena perna dikatakan juga dalam dasar Negara klonial Indonesia ialah berbeda-beda tetapi tetap satu…? Maka itu, Hukum Indonesia harus redaksi kemabali dari awal sampai akhir supaya apa yang kami sendiri muat dalam Undang-Undang dengan tindakan kami sesuai karena hari ini kebawanya lucunya minta ampun sebab sangat tidak sesuai dan realitanya Hukum kolonial Indonesia bisa beli dengan uang. Dan juga saya bisa dikatakan bahwa hukum kolonial Indonessia tajam kebawa tumpul keatas bagi kami Bangsa Papua Barat tetapi tajam keatas tumpul kebawa bagi orang pendatang yakni Bangsa Melayu yang ada datas tanah papua, itu yang sedang terjadi di Papua Barat disini. 

Oleh karena itu, saya bisa dikatakan bahwa hukum Indonesia ialah hukum egois, atinya bahwa mementingkan Bangsanya sendiri, pada hal sementara kami bangsa malanesia juga termasuk dalam bingkai NKRI. 

Jika kalian mau membedakan ras dan etnis berarti saya sebagai salah satu agen perubahan dari Bangsa Papua Barat mengatakan dengan tegas kepada kaum Kapitalisme, Klonialisme dan Militerisme yang ada internal bingkai NKRI bahwa Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dalam pancasilah yang 5 (lima) silah itu hapus atau redaksi kembali, sebelum orang lain menyertawakan Indonesia.

Sebab seketika saya membaca Undang –Undang Indonesia dan pancasila yang lima silah itu lucu karena apa yang dimuat dalam itu hanya berlaku dari sabang sampai amboena, tidak termasuk dengan dari sorong sampai samarai. Oleh sebab itu permintaan dari saya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia JOKO WIDODO bahwa segera hentikan Perusahan illegal yang ada diatas Tanah papua sepertinya perusahan Emas di Siriwo terletak di Kabupaten Nabire, perusahan kelapa sawit di Nabire, di jayapura, Asmat, Sorong dan lain sebagainya.

Dan Allah menciptakan umat manusia yang ada dibawa kolom langit itu serupa segambar dengan Allah dia sendiri, maka apa pun yang dilakukan oleh kawan-kawan kapilisme, klonialisme dan militer Indonesia terhadap Bangsa Papua Barat, nanti berurusan dengan yang punya kebenaran dan keadilan di meja terakhir nantinya.

Sebab darah orang asli Papua yang pernah tumpahkan diatas tanah Papua, sedang berteriak di mimbar terakhir maka marilah kawan-kawan aktivis Papua Merdeka perjuangan kita belum berakhir bangkit dan lawan sampai titik darah pun penghabisan. Kalau untuk pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat terutama kedua Gubernur segerah hentikan transmigrasi besar-besaran itu. Setiap kali kapal yang dari se-Jawa Balli dan se-sulawesi itu selalu ribuan bangsa melayu yang ke papua, karena mereka kesana tujuannya untuk buakan melindingi. 

Jika kami mahasiswa/I kota studi se-sulawesi yang ke mau ke papua itu biasa kami urus tiket, sebelum dua atau tiga hari karena selalu tiket habis. menyayomi alam dam masyarat tetapi hanya demi untuk memusnakan Sumber Daya Masusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA)-nya. 

Kepulauan papua penuh dengan orang Makassar karena provinsi Sulawesi Selatan sedang dijajah oleh kapitalis china maka orang Makassar mereka berusaha bagaimana cara untuk membalas apa yang mereka alami terhadap kami orang asli Papua maka kedua provinsi Papua dan Papua Barat memperhatikan secara rasionalisme, jika ada punya rasa kasih sayang terhadap rakyatnya sendiri.

Penulis adalah “Sumber Badaki Bomaibo Tua Gila”, salah satu Mahasiswa Papua yang sedang menempu ilmu di kota study Makassar.
Editor: Admin/MW.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Suara Mahasiswa

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: