Gereja Baptis Wesaroma Pikhe Siap dibangun dengan Bentuk Bahtera


“Diatas Batu Karang ini, Aku akan mendirikan Jemaatku dan alam Maut tidak akan menguasainya, makan kami jemaat Baptis Wesaroma Pikhe Siap Membangun Gereja Tuhan”.

Foto: Kegiatan (Dok Gereja)

MAJALAHWEKO, WAMENA – Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua Wilayah Wamena, Jemaat Baptis Wesaroma Pikhe mengadakan acara Aksi Dana dan Penyerahan Surat pelepasan Tanah adat dari  Pihak Warisan Tanah Suku Hubykiak yang bertempat di Hotel Restort di Pikhe Wamena Papua.

Acara Aksi Dana dan Penyerahan Surat pelepasan Tanah adat ini di lakukan pada hari Rabu, 13 Februari 2019. Kegiatan ini dimuali dari jam 09.00 Hingga selesai jam 15.30. Acara ini dipimpin langsung oleh Gembala Sidang jemaat Wesaroma Pikhe, Bapak Pdt.Simet Yikwa, S.Th.

Ribuan Jemaat dari Seluruh Jemaat Baptis wilayah Wamena turut hadir untuk menyaksikan acara tersebut. Juga simpatisan dari Gereja tetangga, di antaranya enam Denominasi Gereja di Wilayah Distrik Hubykiak Wamena Papua.

Foto: Kegiatan (Dok Gereja)

Pdt.Simet Yikwa, S.Th. dalam sambutannya mengatakan “Tanah Papua yang diciptakan oleh Tuhan dan menempatkan orang kulit Hitam dan rambut keriting lebih khususnya. Maka Lahir besar Papua (LABEPA) yang mengabdy di Tanah Papua semua orang harus terdaftar Nama di Gereja, karena ditanah Papua adalah Tanah Injil yang diberkati oleh Tuhan sendiri,  Barangsiapa yang mengabdy diatas Tanah ini harus jujur, benar, dan Adil”.

Kata Pdt. Smet, “Bahwa Orang Papua ahli Waris Tanah mereka jual beli Tanah namun, selama ini mereka tidak pernah memberi persepuluhan Tanah satu kaplen untuk Tuhan (mendirikan Gereja Tuhan), maka Kami pesan suku Hubykiak Itlay, Kossay kami minta Tanah satu Ektar memberikan persepuluhan supaya kami umat Baptis mendirikan Gereja diatas Tanah itu untuk memuliakan Nama Tuhan Yesus Kristus”.

Akhirnya suku Hubykosi dan Hubykiak Itlay, Kossay dengan satu hati memberikan Tanah satu Hektar sebagai persembahan untuk mendirikan Gereja Baptis Wesaroma Pikhe”.

Selanjutnya tanggal 13 Februari 2019, dengan sepakat memberikan surat pelepasan Tanah Adat yang ditandatangani oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya (Kepala Distrik Hubykiak dan semua pihak yang terlibat).

Foto: Kegiatan (Dok Gereja)

Harapan kedepan

Dengan Dasar surat pelepasan Tanah adat yang diberikan oleh ahli Waris Tanah Wesaroma Pikhe ini kami akan bangun Gedung Gereja Baptis Wesaroma Pikhe dengan bentuk Bahtera.

Hal ini secara langsung menangapi oleh pemerintah kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Tenggah dan kedua bupati minta perincian Dana dan Dena Bangunan Gereja Baptis Wesaroma pikhe.

Maka kami memberikan Proposal kedua bupati. Dan dalam waktu dekat akan membangun Gedung gereja tersebut diatas.

Gereja yang akan dibangun ini untuk semua orang yang berdomisili di distrik Hubykiak, lebih khusus umat Baptis. Maka diharapkan datang bergabung dan beribadah untuk meningikan, memuliakan, membesarkan, mengagungkan nama Yesus diatas Segala Raja. Tujuan mengambil bagian kerajaan Allah untuk Hidup kekal sampai selama-lamanya. (Nuken/MW).

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Berita, Suara Baptis

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: