Bangsa West Papua Diintegrasikan ke dalam Wilayah Indonesia dengan Moncong Senjata


MAJALAHWEKO, – “Yang perlu disadari dan diketahui rakyat West Papua, bahwa pada 1969 bangsa West Papua diintegrasikan ke dalam wilayah Indonesia dengan moncong senjata, kekejaman, ketidakbenaran, kekerasan, ketidakadilan, kebohongan, maka untuk mempertahankan dan menduduki West Papua, di era moderen ini Indonesia masih memelihara kekejaman & kebohongan mereka dengan cara dan pendekatan yang sama.
Kita lihat contoh terbaru bulan Januari 2019 ada Pos TNI yang dibangun di Kamp Walker/Perumnas 3 Waena, Jayapura.

Sesungguhnya tidak dibutuhkan dibangunnya infrastruktur TNI di pemukiman rakyat. Perlu dicatat, sejarah membuktikan bangsa yang dibangun atas dasar kekejaman, kekerasan dan kebohongan tidak pernah bertahan lama. 

Apakah Indonesia akan tinggal kenangan dalam sejarah ke depan? Untuk menghadapi kekejaman, kejahatan dan kebohongan ini, rakyat dan bangsa West Papua sudah saatnya dengan cerdas dan inovatif menggunakan informasi teknologi untuk memperjuangkan martabat bangsa West Papua. 

Anda tidak sendirian. Tuhan bersama Anda. Solidaritas global berdiri di sisi Anda.
Pada suatu saat Indonesia akan dihakimi TUHAN dan dihakimi komunitas internasional. Penderitaan, tetesan air mata, cucuran darah umat Tuhan HARUS diakhiri dengan jalan DAMAI, Persatuan, Menulis dan Doa.” 

(Penulis: Gembala Dr. Socratez S.Yoman). Ita Wakhu Purom, 27 Januari 2019).

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Suara Baptis

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: