Pendirian Pos Koramil di depan Rusunawa:  Upaya Nyata Pembungkaman Massif Ruang Ekspresi Mahasiswa Papua


Oleh: Lagoan Checarson

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Walikota Jayapura, DR. Drs. Benhur Tommy Mano, MM pada beberapa surat kabar di Jayapura mengatakan akan dibangun pos keamanan (Ramil) di depan asrama mahasiswa Rusunawa Perumnas 3. Tujuannya adalah tentu menjaga keamanan ketentraman warga. Selain itu tujuan lain yang diutarakan setelah ditanggapi oleh Dandim 1701 adalah:

a.Antisipasi keamanan menjelang Pileg dan Pilpres
b.Menciptakan rasa aman dan tenteram bagi masyarakat
c.Mencegah pergerakan basis masa KNPB yang dianggap menjadikan asrama sebagai sarang gerakan separatisme.

Demikian tujuan atas upaya pembangunan pos TNI di depan asrama Rusunawa menurut Dandim dan pemkot Jayapura. Menurut penjelasan Dandim, bahwa rencana pembangunan pos TNI itu muncul dalam pertemuan Muspida Kota Jayapura di kantor Walikota. Itu merupakan usulan para peserta rapat tersebut.

Lantas menaanggapi rencana tersebut muncul penolakan dari seluruh penghuni Asrama Rusunawa dan asrama Unit 1-6. Mereka melakukan penolakan dengan berbagai alasan yang pada prinsipnya sangat mendasar.

Pertama, letak Pos Polisi dan TNI yang ada sudah sangat berdekatan. Ada satu pos Polisi dan dua pos TNI di sekitar Asrama Uncen tersebut; satu pos polisi sudah ada sejak lama di jalan masuk perumahan BTN Perumnas 3 putaran taksi, Satu pos TNI pun berada tidak jauh hanya berjarak 100 meter di sebelahnya Depan Atm Bank BRI perumnas 3. Kemudian pos TNI yang kedua terletak di bagian utara asrama Rusunawa berjarak kira-kira sekitar 300 meter.

Kedua, menurut para penghuni asrama apabila hendak membuat Pos Ramil atau apapun semestinya berkordinasi lebih dahulu. Jangan mendadak dan terkesan ada upaya tertentu.

Ketiga, Para penghuni menolak karena selama ini perlakuan aparat sangat tidak manusiawi terhadap masyarakat. Aparat seringkali melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan yang berujung luka dan cacat.

Keempat, Para penghuni juga menyayangkan pak Walikota yang bisa seenaknya mengizinkan pendirian pos TNI ketimbang mengupayakan pendekatan nir kekerasan. Padahal pak BTM adalah orang tua dan pemimpin di wilayah Kota Jayapura sehingga semestinya bersikap bijak tanpa harus mendirikan pos Ramil yang justeru akan memperkeruh suasana.

Kelima, upaya pendirian Pos Ramil ini sesungguhnya adalah upaya paling masif dan sistematis untuk melakukan pengekangan kebebesan berekspresi dan penyampaian pendapat di muka umum. Ini akan mencederai upaya penegakan HAM dan Hukum serta demokrasi.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: