Pakai Baju Gercin NKRI Karena Dijebak Albert Alan Kabiay, Michael Peuki: Aku Papua!


MAJALAHWEKO, JAYAPURA, – Ketika wajah Michael Peuki, tokoh pemuda suku Mee asli Dogiyai, alumni Uncen Jayapura dan dosen lepas di kampus Uncen dimuat di beberapa media massa (online dan cetak), Jumat, (18/1) dan Sabtu, (19/1/2019) saat berikan keterangan pers berdampingan dengan Ketua Gerakan Cinta (Gercin) NKRI Provinsi Papua, Albert Alan Kabiay, ia menjadi perbincangan hangat oleh seluruh orang asli Papua (OAP) terutama dari keluarga terdekat dan daerah asalnya, bahwa pria lahir dan besar Wamena (Labewa) ini telah menjadi kaki tangan NKRI.

Namun, sesungguhnya Michael Peuki mengakui bahwa terjadi hal itu lantaran dijebakan oleh Ketua Gercin NKRI Provinsi Papua, Albert Alan Kabiay. Bagaimana tidak, awalnya Peuki hanya ditawarkan menjadi Ketua Relawan Kontruksi Nusantara (Rekanusa) Jokowi Kabupaten Dogiyai 2019. Namun, akhirnya ia dikenakan pakai kemeja merah putih tertulis NKRI di dada bagian kanan.

Dikenakannya baju tersebut saat Albert Alan Kabiay melakukan jumpa pers di ruko Dok II Kota Jayapura, Jumat,(18/1/2019) menanggapi permintaan Uited Liberation Movement of West Papua (ULMWP) agar buka akses bagi aktivis HAM asing persoalan di Nduga.

“Saya benar-benar dijebak oleh Albert Alan Kabiay. Saya ditawarkan oleh Albert jadi ketua Gercin NKRI Dogiyai supaya saya bisa jadi Rekanusa Jokowi Kabupaten Dogiyai. Itu ditawarkan pada 28 Desember 2018 lalu saya disuruh kumpul uang Rp1 juta untuk pembuatan baju. Ya saya kumpul. Satu minggu kemudian Albert telpon saya untuk jumpa pers,” cerita Michael Peuki yang dikutip di media wagadei.com melalui pesan messenger, Sabtu,(26/1/2019).

Oleh karena itu, Mus (nama panggilannya) menjelaskan, dirinya tidak diberitahu untuk apa dilakukan jumpa pers itu. Namun ia disuruh pakaikan baju Gercin NKRI setelah dijemput oleh seorang jurnalis di kota Jayapura menggunakan mobil.

“Saya dikasih pakai baju Gercin NKRI. Kami dijemput oleh seorang wartawan di Kotaraja Dalam pada pukul 18.00 WP, lalu kami jumpa pers di Ruko Jayapura. Saat itu perasaan saya tidak tenang (takut),” ucap Peuki.

Peuki yang bekerja sebagai staf dosen tidak tetap di Uncen Jayapura ini mengakui, pada saat diwawancarai oleh wartawan Antara, Papuatoday.com, Vivapapua.com, Koran Harian Pagi Papua dan lainnya ia disuruh duduk di sampaing Albert Kabiay.

“Wartawan foto-foto kami. Saya tidak mengeluarkan satu kata pun. Tidak pernah saya berucap. Saat itu kami dipantau oleh tiga orang intel di meja sebelah. Saat itu, Albert Kabiay bilang ke saya akan jadi ketua relawan Rekanusa Joķowi Dogiyai jadi adik tenang saja,” ungkapnya.

Ia mengatakan, awalnya mau bicara soal kemenangan Jokowi namun saat jumpa pers Kabiay angkat isu kasus Nduga. “Saya baru tahu kalau ini soal kejadian di Nduga. Selesai kami jumpa pers, kami diantar lagi pakai mobil oleh seorang wartawan ke Kotaraja Dalam lagi pada pukul 22.00 WP,” kata dia.

Lanjutnya, diirnya tidak tahu apa yang dibicarakan itu akan jadi apa, namun dia kaget besok pagi berita naik di media. “Saya telpon Albert minta klarifikasi namun dia hanya bilang adik tenang saja, jangan takut manusia, tapi Tuhan ada dan akan jaga kita,” katanya menirukan ucapan Kabiay.

“Namun hati saya rasa takut karna ini hal baru dan pertama bagi saya. Saat itu juga saya bilang kepada Albert, saya tidak mau ikutlagi. Saya tidak mau ikut relawan Jokowi. Ini benar-benar telah jebak saya,” ujarnya

Oleh karena itu, ia menyatakan dengan Jujur, benar dan tegas atas nama alam Papua dan Tuhan orang percaya, Tuhan Yesus Kristus ia tidak bergabung dalam Gercin NKRI dan Rekanusa Jokowi.

“Saya bukan mata-mata NKRI. Saya hitam kulit, kriting rambut. Itulah aku Papua. Bila nanti langit terbelah aku tetap Papua”, tegasnya. (*).

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: ,
Ditulis dalam Media, Peristiwa

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: