Kita Harus Bungkam Mulut, Bibir, Lidah para Pembohong Penguasa Indonesia 


Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

Photo: Dr. Socratez S.Yoman  (The President of the Fellowship of Baptist Churches of West Papua)

  1. Pendahuluan

Rakyat dan bangsa West Papua, perlu menjadi cerdas dalam mengikuti penjelasan singkat dengan artikel ini. Mengapa penulis memilih topik artikel ini : Kita Harus Bungkam Mulut, Bibir, Lidah Para Pembohong Penguasa Indonesia?  Ikutilah ulasan singkat ini. 

1.1. Terorisme akan menjadi agenda perdebatan dua calon presiden RI periode 2019-2023

Pada 17 Januari 2019, dalam perdebatan dua calon presiden RI, Terorisme akan menjadi salah satu agenda perdebatan. Sebelumnya kita bisa prediksi, seperti yang sudah disampaikan Ketua DPR RI dan para politisi Indonesia, bahwa gereakan West Papua Merdeka adalah gerakan organisasi terlarang, yaitu gerakan terorisme. 

Rakyat dan bangsa West Papua sudah belajar selama lima dekade lebih tentang watak dan karakter bangsa Indonesia ialah rajanya rekayasa, pembohong besar, penipu ulung, maka gerakan West Papua Merdeka akan dilabelkan gerakan organisasi terlarang, yaitu gerakan teroris. Maka selesailah riwayat rakyat dan bangsa West Papua yang merindukan kemerdekaan itu hanya tinggal dalam mimpi dan imajinasi. 

Alasan yang akan digunakan oleh penguasa Indonesia dalam perbebatan ini ialah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menggunakan kekerasan.  Kalau TPNPB-OPM terus berbicara perang dan kekerasan, maka  penguasa Indonesia diberikan kesempatan untuk HANCURKAN perjuangan rakyat dan bangsa West Papua untuk merdeka. 

Seandainya, TPNPB-OPM mengadakan siaran perss (Press Release) pada 17 Januari 2019 di Markas Besar Victoria sesuai dengan undangan yang beredar lewat Face Booknya Lewis Prai, maka bisa dipastikan bahwa sepertinya ada skenario kerjasama yang dibuat antara TPNPB-OPM dengan penguasa Indonesia untuk membenarkan (justification) dan melegitimasi (legitimation) posisi Indonesia untuk melabelkan perjuangan bangsa West Papua ialah gerakan teroris.

 1.2. Melihat dari watak dua calon presiden

Indonesia mempunyai dua calon presiden, yaitu Ir. Joko Widodo dan Prabowo Subianto. 

Ir. Joko Widodo, orang Jawa yang lembut, santun, baik, jujur dan pendiam. Tetapi, kelembutan, kesantunan, kejujuran dan kebaikan pak Jokowi  dibajak atau dibelenggu dengan bayang-bayang TNI. Maka Ir. Joko Widodo dijadikan Presiden yang memelihara dan pelindung para penjahat dan kriminal di kabinetnya.

Sedangkan Prabowo Subianto ialah orang Jawa tegas, keras, yang jujur, selalu bicara terbuka, blak-blakan dan temperamental yang meledak-meledak. Tetapi, pak Prabowo sendiri pelaku kejahatan kemanusiaan dan bisa dikatakan penjahat. 

Watak dari dua calon presiden, satunya pelindung atau pemelihara para penjahat dan satunya pelaku kejahatan kemanusiaan, maka sudah dipastikan terbukanya ruang  rekayasa TPNPB-OPM diarakan organisasi terlarang, yaitu teroris. 

Dalam keadaan ini, kita ikuti sikap dan penyataan TPNPB-OPM sejati untuk menyikapi keadaan yang sangat kritis dan membahayakan bangsa West Papua ini. 

Walaupun arah perjuangan West Papua Merdeka yang diusung oleh ULMWP, KNPB dan TPNPB-OPM sudah jelas: yaitu sudah ada di level: MSG, PIF, ACP, tapi kita harus bijaksana melihat dan membaca arah kebijakan penguasa Indonesia, rajanya tukang rekayasa di planet ini.

Lihat saja, penguasa Indonesia, TNI-Polri menempatkanTPNPB-OPM dilevel yang paling rendah dan hina, yaitu: Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB). 

Indonesia menjual isu separatis di PBB tidak laku. Lalu Indonesia jual stigma KKSB di PBB juga tidak laku. Isu kedaulatan negara ( the state soreignty) juga dipandang sebelah mata oleh PBB. 

Karena itu, pemerintah Indonesia sedang berjuang TPNPB-OPM ke level teroris, dengan demikian PBB menerima sebagai organisasi terlarang. Kalau itu menjadi kenyataan, maka Indonesia sebagai pemerintahan berkultur militer mendapat dukungan PBB untuk hancurkan pergerakan West Papua Merdeka. Jadi, Perlu dicatat dan dingat baik-baik ulasan ini.

  1. Stop Perjuangan Jalan Perang & Kekerasan

Siapa yang berbicara dan berjuang West Papua Merdeka dengan jalan Perang dan Kekerasan ialah mereka itu musuh kita bersama. Mereka musuh seluruh rakyat dan bangsa West Papua, musuh rakyat Indonesia, musuh PBB, musuh seluruh komunitas internasional. 

Perang dan kekerasan akan memberikan ruang dan kesempatan kepada penguasa Indonesia akan menggunakan seluruh kekuatannya dan menghancurkan rakyat dan bangsa West Papua. 

Dalam era globalisasi, modernisasi dan teknologi sekarang ini, kalau ada orang-orang dari bangsa West Papua masih berbicara perang dan kekerasan berarti orang-orang itu patut dipertanyakan dan bekerjasama dengan siapa?

Karena rakyat dan bangsa West Papua selama 57 tahun telah belajar bangsa Indonesia dalam konteks West Papua, Indonesia identik dengan kekerasan, kekejaman yang menindas bangsa West Papua.

Ada dua pokok yang perlu dipegang oleh rakyat dan bangsa West Papua:

  1. Perjuangan Jalan PERANG dan KEKERASAN banyak musuh: Menjadi musuh seluruh rakyat dan bangsa West Papua, musuh rakyat Indonesia, musuh PBB, musuh masyarakat internasional. Anda akan dimusuhi dan ditinggalkan oleh semua orang yang cinta DAMAI.
  2. Perjuangan dengan jalan DAMAI banyak kawan, banyak teman, banyak solidaritas, banyak simpati dari seluruh rakyat dan bangsa West Papua, rakyat Indonesia, PBB dan seluruh komunitas global/internasional. Artinya, Anda tidak berjuang sendirian. Jalan DAMAI jalan paling bermartabat dan simpatik dan manusiawi. 

Karena itu, TNPB-OPM sebagai pagar, pelindung rakyat, dan juga pertahanan Nasional tetap tenang di tempat dan dukung perjuangan DAMAI rakyat dan bangsa West Papua. 

Jikalau, TNPB-OPM masih saja mau menggunakan  Kekerasan bararti itu sudah jelas dan pasti TNPB-OPM binaan TNI/Polri bukan TNPB-OPM murni.

Seluruh rakyat dari Sorong-Merauke TOLAK, KUTUK Perang dan Kekerasan. Tapi DUKUNG PENUH perjuangan jalan DAMAI & Diplomasi politik.

(Gembala Dr. Socratez Yoman). IWP,16/01/2019.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Suara Baptis, West Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: