OPM tidak Identik dengan Penampilan Menyeramkan dan Menggunakan baju loreng Milik TNI


Oleh Dr. Socratez S.Yoman

  1. Pendahuluan

Para pembaca perlu membedakan wajah dan penampilan para pejuang West Papua Merdeka yang dikenal dengan Organisasi Papua Merdeka. Ada perbedaan yang sangat paradoks OPM tahun 1960an-2000an dan tahun 2000an-2019 saat ini.

Ada dua jenis OPM, yaitu: OPM Sejati dan OPM Binaan TNI/Polri

1.1. OPM Sejati/Murni

Para pejuang OPM sejati/murni ialah orang-orang terpelajar/terdidik, bermartabat dan berpenanpilan terhormat. 

Penulis akan menyebutkan beberapa contoh para pejuang OPM sejati dan terpelajar. Diantaranya:

  1. Ben Tanggahma; 2. Zeth Rumkorem; 3. Jakob Pray; 4.Mathias Wenda; 5. Wim Zonggonauw; 6. Clemens Runawery; 7. Dr. John Otto Ondowame; 8. Jacob Rumbiak (sekarang: Jubir ULMWP); 9. Rex Rumakiek (Anggota ULMWP); 10. Moses Weror; dan Andy Ayamiseba dan masih banyak nama yang pernah dan sedang bermukim di Swedia, Senegal, Belanda, Australia, Vanuatu dan PNG.

Para pejuang OPM ini tampil di forum-forum resmi di tingkat internasional dengan penampilan terhormat sebagai representasi rakyat dan bangsa West Papua. Tidak pernah berpenampilan yang menyeramkan dan menggunakan baju loreng milik TNI. 

Para Pahlawan OPM telah meninggalkan perjuangan kekerasan,  bergerilya di hutan-hutan dan beralih dengan perjuangan DAMAI. 

Perjuangan jalan DAMAI dimulai dengan dibentuknya West Papua National Coalition Liberation (WPNCL) yang diprakarsai oleh Rex Rumakiek, Dr. John Ondowame, Jacob Rumbiak,  Leoni Tanggahma putri Ben Tanggahma, John Rumbiak, Paula Makabori, Andy Ayamiseba, dan masih banyak nama lain. 

Dibentuknya WPNCL untuk perjuangan dengan jalan DAMAI  didukung dari dalam Negeri, West Papua, yaitu: Kelly Kwalik, Yustinus Murip, Tadius Yogi,  Yawan Wayeni, Daniel Tabuni dan para pemimpin OPM lainnya.

Para pejuang OPM di Luar dan Dalam Negeri sudah berkomitmen Perjuangan West Papua Merdeka dengan jalan DAMAI, Lobby dan Diplomasi.

1.2.  OPM Binaan TNI/Polri

Para pembaca yang mulia dan terhormat. Penjelasan point.1.1. telah menjadi terang benderang OPM yang sesungguhnya dan sebenarnya.  Pada point 1.2. penulis mengulas secara singkat OPM yang dibina, dipelihara dan bekerjasama dengan TNI-Polri di West Papua.

Dalam memperingati hari Kemerdekaan Indonesia pada setiap 17 Agustus 1945, TNI-Polri, terutama Kopassus selalu rekayasa OPM menyerahkan diri ke Pangkuan NKRI. Di Puncak Jaya, di Serui dan beberapa kabupaten. Tapi, OPMnya masih ada terus.

Waktu penulis menghadiri upacara pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Puncak Jaya pada 17 Desember 2017, masyarakat dekati penulis, ” bapak kesempatan datang, jadi bapak tegur bupati Henock Ibo, TNI dan Kopassus yang biasa tipu-tipu bilang ada OPM. Kumpulkan masyarakat biasa  tapi mereka bilang OPM serahkan diri.”

Penulis sampaikan kepada rakyat waktu itu, “nanti saya sampaikan Komandan Kopassus dan Dandim, dan sekarang bupatinya bukan pak Ibo lagi.” 

OPM binaan TNI-Polri ini menjamur di West Papua. Mereka berpenampilan menyeramkan dan memakai baju loreng TNI. Mereka ada komunikasi dengan Petinggi TNI-Polri. Nomor Handphone (HP) pimpinan OPM ada di Dandim, Kapolres, bahkan Pangdam dan Kapolda.

Pada suatu ketika, penulis tanya salah satu petinggi TNI-Polri, koq, nomor HP OPM ada di tangan Kapolda, Pangdam, Dandim dan Kapolres?   Jawabannya: “Untuk kepentingan koordinasi menjaga ketertiban dan keamanan wilayah Papua, kami harus ada koordinasi walaupun ada perbedaan diantara kami.”

Senjata dan amunisi canggih semakin meningkat di tangan TPN-OPM. Darimana senjata dan amunisi canggih dipegang OPM? Jawabannya yang lebih tahu ialah mereka yang pegang senjata, amunisi dan gudang senjata atau pabrik senjata.

  1. TPN-OPM atau KKSB

Konflik GAM di Aceh sudah selesai dengan Perjanjian Helsinki  dan Perang di Timor-Timur (sekarang: Timor Leste ) sudah selesai karena Timor Leste sudah Merdeka dan menjadi Negara sendiri.

Logikanya ialah TNI/Polri, orang-orang profesional, memiliki keahlian untuk memantu musuh, menyergap dan menembak musuh. Tetapi, kita lihat contoh saja: Tadius Yogi di Paniai, markasnya sekitar 1 kilo meter dari kantor Koramil dan pasukan TNI. Sepertinya mereka saling intip diantara mereka. Contoh lain, Daniel Tabuni di Tingginambut dan Pos TNI hampir sama juga, hanya 1 kilo meter.  Dari dua contoh ini memberikan gambaran jelas, ada pembiaran, dibesar-besarkan di media massa dengan TNI-Polri memelihara konflik di West Papua.  

TNI-Polri setelah membiarkan, membesarkan, dan memelihara TPN-OPM diberikan nama lain, yaitu: Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB). Bahkan lebih ekstrim/ekstrem, OPM dikategorikan pergerakan teroris setelah kasus penembakan 16 orang di Nduga pada 1 Desember 2018. 

Para anggota TNI-Polri dan rakyat Papua dan Indonesia perlu ketahui bahwa OPM bukan Teroris. Karena,  teroris itu dari kata dasar “terror” berasal dari bahasa Inggris. Terror artinya mengganggu, meresahkan, merusak, menghancurkan, membuat tidak tenang dalam kehidupan orang/masyarakat luas. Jadi, dalam konteks West Papua, kehadiran TNI-Polri selama 58 tahun yang mengganggu, meresahkan, merusak dan membunuh Penduduk Asli Papua,  berarti mereka hadir sebagai TERORIS, hanya orang takut dan tidak ada yang berani mengatakan TNI-Polri itu berperilaku Teroris di West Papua sejak 1961-2019″ 

  1. Kesimpulan

Perjuangan West Papua Merdeka melalui jalan DAMAI, Diplomasi dan Lobby yang terwadahi resmi dalam United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Kalau ada kekerasan senjata yang terjadi di West Papua harus ditanyakan kepada pemerintah Indonesia, TNI dan Polri, karena mereka memiliki pabrik senjata dan amunisi.

Ita Wakhu Purom, 02/01/19.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Suara Baptis, West Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: