Pembenaran TNI yang jauh dari Rasa Keadilan dan  Kental dengan Diskriminasi Rasial


Oleh Dr. Socratez S.Yoman, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua

Photo: Dr. Socratez S.Yoman  (The President of the Fellowship of Baptist Churches of West Papua)

  1. Pendahuluan

Sebelum penulis mengulas topik ini dalam menanggapi klarifikasi TNI Terkait Permintaan Gubernur, DPRP, MRP Menarik Pasukan TNI-Polri dari Nduga (21 Desember 2018),  penulis menegaskan, bahwa kita semua, kita sama-sama tidak setuju, kita tolak, kita kutuk orang-orang yang menghilangkan nyawa manusia dengan alasan apapun, termasuk alasan West Papua Merdeka yang dilakukan TPN-OPM di Nduga pada 1-2 Desember 2018 yang mengorbankan 16 nyawa manusia. Penulis tidak terima dan tidak setuju kekerasan yang terjadi di Nduga. Ajaran agama apapun dan termasuk iman penulis sebagai orang Kristen yang percaya Yesus Kristus,  mencintai kedamaian dan menolak kekerasan dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Karena Tuhan Yesus Kristus mengajarkan kepada kita:

 “Berbahagialah orang yang membawa damai,  karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9).

  1. Tidak Ada Bedanya TNI-Polri dan TPN-OPM

“Dalam konteks West Papua, TNI/Polri & TPN/OPM sama-sama berwatak kriminal. Sama-sama tidak punya hati nurani kemanusiaan. Sama-sama berwatak brutal & biadab. Karena TNI/Polri membantai ribuan Penduduk Asli Papua selama 57 tahun sejak 1961-2018 dan TPN/OPM membantai 16 orang Indonesia pada 1-2 Desember 2018 di Nduga.” (Yoman: 21 Desember 2018. 

  1. Pembenaran Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi 

Ijinkan penulis mengutip beberapa pernyataan Kolonel Inf. Muh. Aidi, sebagai berikut:

Kapendam Aidi meminta Gubernur, Ketua DPRP, Ketua MRP, Pemerhati HAM dan seluruh pihak yang berkepentingan memahami perasaan keluarga korban.

“Apakah saudara-saudari semua dapat memahami bagaimana perasaan duka keluarga korban yang setiap saat menanyakan kepada TNI-Polri tentang nasib keluarganya yang masih hilang? Apalagi mereka mendengar bahwa TNI-Polri telah menghentikan…

Pencarian karena perintah Gubernur dan DPR? Di mana hati nurani saudara-saudari sebagai manusia, sama-sama ciptaan Tuhan, apalagi sebagai pemimpin? Bagaimana jika hal itu terjadi pada Anda?”

“Kami TNI-Polri bukan datang untuk menakut-nakuti rakyat,apalagi membunuh rakyat.” 

“Ingat, mempersenyatai diri sendiri secara illegal itu sudah merupakan pelanggaran hukum berat yang tidak pernah dibenarkan dari sudut pandang hukum dimanapun di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia.”

“Sebagian besar Prajurit kami juga umat Kristiani. Pangdam dan Kapolda juga hamba Tuhan. Kami prajurit sudah biasa merayakan hari raya di daerah pegunungan, di gunung, di hutan, di tengah laut atau dimanapun kami ditugaskan.”

4.2. Hati Nurani dan Sama-Sama Ciptaan Tuhan dan Pemimpin

Luar biasa, ternyata selama ini penguasa Indonesia, TNI-Polri mempunyai hati nurani.

Luar biasa, ternyata selama ini penguasa Indonesia, TNI-Polri tahu dan sadar, sama-sama manusia, ciptaan Tuhan.

Penguasa Indonesia dan TNI-Polri mempunyai hati nurani, sama-sama manusia, sama-sama ciptaan Tuhan, tetapi selama ini sejak 1961-2018 ini, Penguasa Indonesia, TNI-Polri masih membantai sama-sama manusia dan ciptaan Tuhan di West Papua. Pembunuhnya tidak pernah ditangkap dan dipenjarakan, bahkan dianggap sebagai pahlawan Indonesia. Aneh tapi nyata. 

4.3. TNI-Polri bukan Pembunuh

Itu benar, menurut TNI-Polri, tapi ada juga TNI-Polri yang terang-terangan membunuh rakyat West Papua. Banyak contoh. Barangkali itu hantu yang menyerupai TNI-Polri. Karena itu, penulis sudah mengatakan bahwa TPN-OPM dan TNI-Polri itu sama-sama memiliki watak kriminal. 

4.4. TPN-OPM Miliki Senjata Ilegal 

Pemerintah Republik Indonesia, TNI/polri dengan jujur harus evaluasi secara menyeluruh  terhadap beredarnya senjata dan amunisi di tangan TPN-OPM di West Papua. Sangat aneh, TPN-OPM memegang beberapa senjata dan amunusi canggih. TPN-OPM juga memakai baju dan celana loreng milik TNI. Apakah ada pabrik senjata dihutan Papua? Apakah senjata dan amunisi itu ada sayap sehingga terbang ketemu TPN-OPM di hutan? Apakah ini proyeknya TNI/Polri untuk tujuan propoganda? Rakyat dan bangsa West Papua harus sadar dan bersuara dan lawan terhadap kejahatan yang sedang bertumbuh dan berkembang ini? Siapa yang memelihara siklus kekerasan di West Papua? Contoh terbaru di Nduga pada 1-2 Desember 2018, siapa yang mempersenjatai TPN-OPM? Terkutuklah orang yang merencanakan kekerasan dan kajahatan di West Papua. TPN-OPM sudah berkomitmen untuk berjuang Papua Barat merdeka dengan jalan DAMAI. Jadi, yang benar dan adil ialah Pemerintah Republik Indonesia dan TNI-Polri harus dan segera evaluasi dan menghentikan peredaran senjata dan amunisi di West Papua.

Pencarian karena perintah Gubernur dan DPR? Di mana hati nurani saudara-saudari sebagai manusia, sama-sama ciptaan Tuhan, apalagi sebagai pemimpin? Bagaimana jika hal itu terjadi pada Anda?”

“Kami TNI-Polri bukan datang untuk menakut-nakuti rakyat,apalagi membunuh rakyat.” 

“Ingat, mempersenyatai diri sendiri secara illegal itu sudah merupakan pelanggaran hukum berat yang tidak pernah dibenarkan dari sudut pandang hukum dimanapun di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia.”

“Sebagian besar Prajurit kami juga umat Kristiani. Pangdam dan Kapolda juga hamba Tuhan. Kami prajurit sudah biasa merayakan hari raya di daerah pegunungan, di gunung, di hutan, di tengah laut atau dimanapun kami ditugaskan.”

  1. Pernyataan Sesat dan Propaganda Murahan

Pernyataan TNI yang dikutip ini benar-benar  mencerminkan jauh dari rasa keadilan, pernyataan yang sangat rasisme, mau menang sendiri, menempatkan diri sebagai manusia super, seakan-akan TNI-Polri tidak punya dosa dan kekejaman dankejahatan selama ini terhadap umat Tuhan di  West Papua. Penyataan yang sangat menyesatkan dan propaganda murahan.

Mengapa? Apa alasannya? Ikuti pendapat penulis sebagai berikut.

4.1. Apakah Pemerintah Indonesia dan TNI-Polri memahami dan menjaga perasaan keluarga Penduduk  Asli Papua yang dibantai ribuan dan ratusan nyawa selama 57 tahun sejak 1961-2018? 

Keluarga Aristoteles Masoka, sopir Theys Hiyo Eluay yang diculik dan dihilangkan Kopassus pada 10 Nopember 2001 sedang menunggu jawaban dari Pemerintah dan TNI-Polri.

Keluarga 4 siswa yang ditembak TNI pada 8 Desember 2014 di Paniai sedang menunggu janji Presiden RI, Ir. Joko Widodo untuk mengungkap dan menghukum pelakunya.

Kalau TNI berbicara duka keluarga 16 orang korban di Nduga, kita sama-sama berduka, tetapi, bagaimana dengan perasaan pemerintah Indonesia, TNI-Polri terhadap ratusan ribu di dalamnya Aristoteles Masoka dan 4 siswa di Paniai yang dibantai oleh TNI-Polri. Sampai saat ini para penjahat & kriminal itu belum satupun dihukum.

4.5. Prajurit Kami umat Kristen, Pangdam dan Kapolda Hamba Tuhan

Pemerintah Republik Indonesia, dan TNI-Polri, perlu tahu dan sadar,  dalam konteks kekerasan dan kejahatan kemanusian di West Papua, kita tidak meminta Anda Kristen, Anda hamba Tuhan, Anda ibadah di gunung, di hutan, di laut dan Anda Islam, Anda Hindu, Anda Budha, atau Anda orang Kafir. Itu perlu dan penting tapi ada yang lebih penting dari hamba Tuhan dan ibadah-ibadah.

Dibutuhkan dalam konteks West Papua ialah nilai keadilan, kebenaran, kejujuran, menghormati martabat manusia dan kedamaian. Nilai-nilai ini lebih penting daripada simbol-simbol agama. 

Artinya  Pemerintah Indonesia dan TNI-Polri tidak hanya membela ramai-ramai 16 orang Indonesia yang ditembak mati oleh TPN-OPM di Nduga. Pemerintah Republik Indonesia dan TNI-Polri juga bertanggungjawab dengan pembantaian ribuan Penduduk Asli Papua selama 57 tahun sejak tahun 1961-2018.

Rakyat dan bangsa West Papua tidak membutuhkan Anda membawa Alkitab ke Gereja, membawa Alquran ke Mesjid.

Kami membutuhkan rasa keadilan dan jauh dari diskriminasi rasial demi perdamaian permanen antar sesama manusia.

Waa…Kinaonak. 

Ita Wakhu Purom, 22 Desember 2018; 14:56.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Suara Baptis

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: