Peringati Hari HAM, KNPB Menuntut kepada Pemerintah dan Penegak Hukum agar menegakkan HAM di tanah Papua


MAJALAHWEKO, SORONG – Memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2018 kemarin, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Aliansi Solidaritas Tanpa Batas, berorasi di jalan Ahmad Yani kota Sorong, tepatnya di depan Toko Thio, Senin (10/12).

Pantauan media, selain membawa spanduk, dan selebaran yang berisikan rasa kekecewaan mereka terhadap HAM yang tidak berlaku bagi Orang Asli Papua (OAP), Orasi tersebut juga sempat diwarnai dengan aksi bakar Ban dan kemudian berhasil dipadamkan oleh anggota Polres Sorong Kota.

Dalam Orasinya massa, puluhan massa itu menuntut kepada pemerintah dan penegak hukum agar menegakkan HAM di tanah Papua. Mereka menganggap pemerintah dan penegak hukum tidak peduli dengan pengungkapan beberapa kasus penganiayaan yang menyebabkan OAP meregang nyawa.

Arnoldus Jansen Kocu selaku Ketua KNPB Sorong Raya dalam tuntutannya menyampaikan bahwa yang harus direalisasikan oleh pemerintah dan penegak hukum diantaranya adalah dikembalikannya hak dan kedaulatan politik rakyat Papua yang sebelumnya telah tergadai akibat adanya sumber daya alam pada tahun 1961, menutup perusahaan asing yang beroperasi di atas tanah Papua, serta memberantas peredaran Miras di tanah Papua.

“Miras di tanah Papua harus diberantas karena telah banyak menelan korban jiwa. Selain itu Miras juga menjadi penyebab terjadinya tindak kriminalita,” kata Arnoldus.

Selain itu, pihaknya meminta agar rakyat Papua segera memobilisasi umum, menuju mogok sipil nasional, guna menuju hak penentuan nasib sendiri bagi Papua melalui jalur referendum, penarikan militer organik dan non organik dari tanah Papua, penutupan kilang minyak yang ada di Klamono, penutupann perusahaan pencarian gas bumi yang ada di Sele, Sorong. penutupan perusahaan kelapa sawit yang telah banyak merusak ekosistem yang ada di tanah Papua.

Usai membacakan tuntutannya, KNPB beserta Aliansi Solidaritas Tanpa Batas mengakhiri orasi mereka dengan doa bersama kemudian membubarkan diri dengan aman dan tertib.

Sumber: http://www.teropongnews.com

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Ham, Hukum, KNPB, Mahasiswa Papua, Pelajar Dan Mahasiswa, Polhukham, Suara Mahasiswa

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: