Memperingati Hari HAM, KNPB Menilai Negara Tak Mampu Selesaikan Banyak Kasus Di Papua


MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Nabire Andi Ekapiya Yeimo mengatakan, hari ini telah dilakukan doa bersama dalam memperingati 70 tahun hari HAM internasional.

“Memperingati hari Ham se-dunia, kami melakukan doa bersama arwah yang telah mendahului dalam korban HAM di papua. Masalah pelangaran ham di papua cukup banyak setiap kali terjadi ham berat,” ujarnya, senin (10/12/2018).

Yeimo mengakui, jika di Papua masih terus terjadi pelanggaran Ham bahkan menyimpan luka bagi keluarga korban di Papua yang diduga dilakukan pihak keamanan terhadap warga sipil.

“Pelanggaran HAM di Papua sesudah terjadi berulang-ulang, bahkan menjadi suatu kebiasaan Negara Indonesia. Peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM itu masih terus menyimpan luka yang mendalam bagi para korban dan keluarga di Bumi West Papua. Hingga saat ini, masyarakat Papua yang mengalami masih terauma,” akuinya.

Dirinya tak lupa menjelaskan, kasus pelanggaran Ham kategori berat yang telah terjadi di Papua.

“Bukti kasus Pelanggaran HAM papua yang belum diselesaikan oleh negara indonesia terhadap papua adalah, 1. Kasus Biak Berdarah 6 Juli 1998, 2. Wasior Berdarah 2001, 3.Wamena Berdarah 2000, 4. Paniai Berdarah 8 Desember 2014, 5. Hentikan segalah Kekerasaan dan pembunuhan di Tanah Papua, 6. Negara dan Investor menghargai hak-hak masyarakat adat Papua, 7. Stop Militerisme di Papua
8. Serta segalah bentuk eksploitasi Sumber Daya Alam Papua,” Jelas Yeimo.

Katanya, saat memperingati hari Ham se-dunia telah terjadi tindakan sewenang-wenang oleh aparat terhadap masa KNPB, ironisnya 33 anggota KNPB di beberapa wilayah telah ditahan.

“Kami Kegiatan yang sama beberapa kota adakan penangkapan dan bahkan pembubaran aksi demo damai yang di kordinir oleh KNPB untuk memperingati hari HAM di timika 96 aktivis KNPB tangkap 44 orang dari manokwari, biak 2 orang semua berjumlah yang di tangkap oleh aparat kepolisian 133 aktivis KNPB memperingati hari HAM,” tuturnya.

Dirinya menilai tindakan keamanan berlebihan terhadap massa aksi.

“Setiap hari adakan memperingati hari HAM penangkapan dan bahkan pembubaran massa aksi ini sangat tidak manusiawi yang di lakukan oleh pemerintah indonesia melalui aparat keamanan yang bertugas di papua,” tutupnya.

Penulis: Yesaya Goo
Sumber: kabardaerah.com

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Berita, Daerah, Ham, Polhukham

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: