Refleksi Natal  Desember 2018 oleh Dr. Socratez S.Yoman, MA.


MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Kelahiran Yesus Kristus untuk membebaskan umat manusia dari belenggu kuasa Iblis dan kuasa dosa tidak secara kebetulan dan tiba-tiba. Kelahiran Yesus dalam misi Allah yang sempurna  untuk mendamaikan manusia dengan Allah dan untuk memberikan jaminan pengharapan kehidupan kekal kepada kita semua itu ada proses yang menakjubkan. 

  1. Kelahiran Yesus Kristus pernah dinubuatkan.

Nabi Mikha bernubuat: “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terjecil di antara kaum Yehuda, daripadamu akan bangkit bagi-Ku, seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dulu kala…” (5:1-3).

Nabi Yesaya bernubuat: “…Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai,  Besar Kekuasaannya….” (9:1-6)

  1. Kelahiran Yesus dinantikan

Orang-orang kudus dan benar yg sudah lanjut usia Simeon dan Hana menunggu kelahiran Yesus.  Simeon berkata: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hambamu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan dari pada-Mu….” (Lukas 2:25-32, 36-38).

  1. Kelahiran Yesus disampaikan 

Malaikat Gabriel menyampaikan kepada Maria. “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau….” (Lukas 1:26-38).

  1. Kelahiran Yesus disambut meriah

Ada 10 golongan dan kelompok manusia yang menyambut kelahiran Sang Penyelamat dan Raja Damai. 1. Maria, 2. Yusuf. 3. Elizabeth, 4. Bayi  Yohanes Pembaptis. 5. Zakharia. 6. Simeon dan Hana. 7. Tiga orang majus. 8. Raja Herodes. 9. Malaikat dan sejumlah bala tentara surga. 10. Sambutan para gembala dari padang gurun. 

5. Sambutan kita hari ini.

Mari, kita refleksikan diri kita masing-masing tentang arti natal sesungguhnya. 

5.1. Apakah natal itu identik dengan membuat lampu natal di rumah dan di gedung ibadah?

5.2. Apakah natal itu sama dengan membeli baju dan sepatu baru untuk dipakai dalam ibadah natal?

5.3. Apakah natal itu sama artinya dengan pesta natal dengan memotong babi dan mengirim hadiah kue dan lain-lain?

5.4. Apakah natal itu sama dengan membuat proposal dan minta uang kepada pemerintah atau para pejabat untuk mendapat dana untuk perayaan Natal? 

Semua dari 4 pertanyaan ini hanya kita memuaskan diri kita sendiri dan memuliakan diri kita sendiri. Tuhan tidak menerima cara-cara manusia yang tidak memuliakan dan menyambut kelahiran Yesus Kristus.

Natal yang sesungguhnya ialah kita menyadari bahwa kita sesungguhnya orang-orang berdosa dan sangat membutuhkan pertobatan dan kelahiran baru atau Natal itu sendiri. 

Natal yang sesungguhnya ialah kita evaluasi diri dan memeriksa diri, apakah sejak 1 Januari 2018 sampai 1 Desember 2018 ada perubahan, koreksi, perbaikan dalam hidup kita? Karena hidup kita ialah perjalanan rohani (our life is spiritual journey).  Apakah dalam hati kita sejak 1 Januari 2018 sampai 1 Desember 2018 ini masih ada dendam, benci, menghina orang, menjelekkan orang, mencuri, menipu, sombong, membuat hal-hal yang merugikan orang lain? 

Natal sesungguhnya ialah dengan hati yang tulus, ikhlas, jujur membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan dengan tenaga kita, pikiran kita, suara kita, waktu, uang kita.  Apakah kita membantu sesama kita  di hati,  lain diwajah dan lain di mulut? 

Natal sesungguhnya ialah hidup kita berpusat pada Kristus dan kita memiliki karakter Kristus dengan kita sendiri lahir baru, memperbaiki cara hidup kita, cara berpikir kita, cara berbicara kita, kita perbarui hati kita.  “Jadi siapa yang ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” ( 2 Korintus 5:17).

Akhir dari refleksi Natal ini, saya bersama keluarga & juga selaku Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua Mengucapkan Selamat Natal Desember 2018 & Tahun Baru 1 Januari 2019. 

101218.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Suara Baptis

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: