Sejarah Pembentukan Panitia Konferensi I Departemen Pemuda Baptis Papua Tahun 2004


Oleh Pares L.Wenda

  1. Pendahuluan

Secara organisasi PGBP dibentuk pada 14 Desember 1966. Pembentukan Departemen Pemuda sejak itu sudah ada dan berjalan pelayanannya sesuai kondisi, dinamika pelayanan dari masa ke masa.Namun sampai tiba pada kepemimpinan Ev.Lelius R. Wanimbo, S.Th  sebagai ketua Departemen Pemuda PGBP atau Kepemimpinan Socratez Sofyan Yoman sebagai Ketua Umum BPP-PGBP belum pernah dilakukan konferensi Pemuda Baptis Papua.

Berbeda dengan Departemen Wanita atau sekarang berganti nama menjadi Departemen Perempuan Baptis selalu melakukan Konferensi setiap 4 atau 5 tahun sekali. Dan sesuai dengan system layanan organisasi Baptis maka Departemen Kaum Bapak seharusnya juga melakukan suatu Konferensi tetapi hingga saat ini, konsep untuk melakukan pelayanan konferensi kaum bapak belum ada.Bahkan belum muncul gagasan seperti itu hingga hari ini.Tetapi baik itu di masa depan harus dilaksanakan. Sayangnya juga pelayanan kaum bapak juga tidak berjalan maksimal seperti kaum muda/I di bawah departemen pemuda dan kaum perempuan di bawah departemen perempuan Baptis.

Sebenarnya tulisan ini yang berhak menulisnya adalah Ev. Lelius R.Wanimbo, S.Th namun oleh karena beliau sudah berpulang ke rumah bapa di Sorga, maka ijinkan saya mewakilinya untuk menulis. Penulisan ini didasarkan pada beberapa alasan mendasar: 1) Atas permintaan Ketua Departemen Pemuda saat ini Seppi Wanimbo untuk tujuan raker I Departemen Pemuda PGBP untuk masa pelayanan tahun 2018. 2) Sebagai bentuk penghargaan terhadap inisiotor Konferensi I Departemen Pemuda  PGBP Ev.Lelius R.Wanimbo, S.Th, MA; 3) Saya sebagai ketua panitia pertama yang ditunjuk untuk menyukseskan event bernilai sejarah ini; 4) sebagai catatan awal bagi generasi muda Baptis ke depan, supaya mereka berakar, berkarya di atas dasar pelayanan pemuda yang benar di dalam sejarah pemuda mereka sendiri dan tidak berpihak dan berdiri pada sejarah pelayanan pemuda yang lain.

Cerita dibalik pembentukan Panitia Konferensi I Departemen Pemuda PGBP. Pada waktu itu di Jl.Jeruk Nipis Kotaraja No.106 P.O.Box 1212 adalah Kantor Pusat PGBP sebelum pindah ke Itawakhu Purom. Kantor ini digunakan sebagai tempat pelayanan PGBP, tetapi juga tempat diskusi pelayanan pemuda/I bersama ketua departemen pemuda saat itu, Ev.Lelius R.Wanimbo. Senior pemuda yang sering active pada saat diskusi-diskusi pelayanan pemuda adalah Ev. Moury Kogoya, Ev. Andreas Kogoya, Ev. Stave Yan Wenda, dan mentor yang sering bergabung adalah Ketua Umum BPP-PGBP Ndumma Socratez Sofyan Yoman, penasehat BPP-PGBP saat itu Bapak Andreas Yanengga, Willem Kogoya, Yusuf Yikwa, dan tua-tua lainnya yang mungkin saya lupa.

Anak-anak muda saat itu yang sangat energik dan mendukung 100% pelayanan PGBP di bawah kepemimpinan Socratez Sofyan Yoman adalah saya sendiri, Kiloner Wenda, Willius Kogoya, Nareky Kogoya, Leir Wenda, Ernesto Van Royen Yoman, Ibu Uria Y.Kenelak dan beberapa pemuda lainnya. Kami yang muda-mudah ini, malam menjadikan kantor BPP-PGBP sebagai tempat penginapan kami.

Kami selalu disuport makan minum oleh orang tua kami Bapak Willem Kogoya dan keluarga, Bapak Andreas Kogoya dan keluarga, Bapak Ketua Umum dan Bpk Moury Kogoya, M.Th dan Bpk Ev. Lelius Kogoya, S.Th. Dan masih banyak lainnya.

Kepemimpinan Departemen Pemuda PGBP dan Pembentukan Konferensi I

Ev.Lelius Wanimbo, S.Th adalah orang yang paling berjasah di dalam pembentukan Panitia Konferensi I Departemen Pemuda PGBP. Semua itu berawal dari diskusi-diskusi kecil yang dilakukan di Kantor BPP-PGBP. Pada suatu hari minggu sore pemuda/I wilayah Jayapura berkumpul di Kantor BPP-PGBP atas undangan Ketua Departemen Pemuda PGBP dan menginformasikan bahwa nanti akan dibentuk Panitia Konferensi I Departemen Pemuda PGBP.Namun pada kesempatan itu pro dan kontra muncul, karena pada waktu itu pemuda Baptis yang lain tidak mendukung kepemimpinan Ev.Lelius Wanimbo dan Ketua Umum BPP-PGBP sekarang Presiden Baptis Papua.Kondisi ini dipengaruhi oleh tokoh-tokoh Baptis lainnya yang selalu menentang kepemimpinan masa Pdt. Djosep Kaya Karetji, masa kepemimpinan Andreas Yanengga yang berlanjut pada kepemimpinan Socratez Sofyan Yoman. Kami yang lain tetap mendukung kepemimpinan yang sah, sebagai mandataris Kongres PGBP.

Keesokan harinya saya diberikan SK oleh Ketua Departemen Pemuda untuk menakodai pelayanan Konferensi I Departemen Pemuda PGBP dan perjalanan bersejarah ini. Kami bekerja tanpa dukungan finansial yang cukup dari siapapun. Karena ini konferensi I, sehingga tidak banyak orang merasa optimis untuk berhasil. Ada banyak iven yang kami coba selenggarakan untuk mendatangkan uang. Misalnya kami galang setiap hamba Tuhan khotba Tema Kongres di tempat yang berbeda-beda, yang saya ingat kami lakukan pemutaran Film Surga dan Naraka di Gereja Baptis Kamkey, Ibadah bulanan di Gereja Baptis Kamkey, Gereja Baptis Waena dan beberapa tempat lainnya. Orang-orang kami undang untuk Khotab seperti Pdt. Newton Mokay, S.Th. Pdt. Stave Yan Wenda, S.Th, MA dan lainnya. Kami juga mengajukan surat kepada pertamina untuk membentu bensin untuk kepentingan disel di Makki, dan mereka bantu satu Drum melalui pertamina di Wamena. Kami juga memasukan surat permohonan bantuan disejumlah toko-toko di wilayah Kotaraja, Abe dan Waena. Kami juga mengajukan proposal kepada pemerintah dan senior umat Baptis untuk membantu kami.

  1. Tantangan Kepanitiaan dan Pelaksanaan Kegiatan

Walaupun usaha kepanitiaan begitu maksimal, tetapi dukungan finansial sangat minim, dan bahkan tidak mencukupi, semua orang pesimis. Dalam hitungan hari, tiga hari sebelum berangkat? Saya ditelpon Bapak Bupati Pegunungan Bintang Drs, Wellington L.Wenda, M.Si beliau katakana begini: “Bapa mau ke Jakarta, jadi anak keluar di pertamina kotaraja, bapa mau bantu sedikit untuk kegiatan Konferensi I tersebut. Hati ini bercampur sedih, sukacita, saya keluar menunggu Bapa Wenda, tidak lama beliau dan istrinya tiba dengan menggunakan mobil panter mereka. Di dalam kantong plastic hitam bapa keluarkan uang Rp. 30 juta rupiah. Beliau katakan ini uang Rp.30 juta gunakan dengan baik. Semua nara sumber harus kami biayai baik tiket PP maupun honor penyampaian materi. Semua pembicara menyanggupi untuk hadir. Dalam konferensi pertama ini kami mengundang Mayor CHK. Martin Kogoya, SH, Drs. Wellington L.Wenda,M.Si, One Wakur, S.Sos, Otniel Yigibalom, Dr. Benny Giay dan Pdt.Lipiyus Biniluk, S.Th sebagai Ketua Sinode GIDI. Semunya hadir sesuai schedule mereka untuk berbicara.

Panitia kita bentuk tiga kepanitiaan Panitia Pusat, Panitia di Wilayah Wamena dan Panitia Lokal di Magi, ditempat kegiatan.Panitia di Wamena dan Panitia di Makki merasa ragu dan bimbang terlselenggaranya Konferensi I ini, Pada hari pertama kami tiba di Makki belum ada persiapan yang signifikan, kami hadir mengakui dosa dan shering dengan orang tua, akhirnya kegiatan setuju untuk dilaksanakan, karena besoknya pembukaan konferensi I departemen pemuda PGBP

  1. Pelaksanaan Kegiatan

Konferensi I Departemen Pemuda dilaksanakan pada 9 Desember – 14 Desember 2005 di Gereja Baptis Magi di Makki. Pemuda/I dari seluruh wilayah hadir termasuk beberapa mahasiswa Baptis yang studi di Jawa diundanga tetapi satu dan lain hal mereka tidak hadir. Namun acara berjalan cukup sukses. Panitia lokal di bawak komando Bapak Benny Wenda, S.Th waktu itu beliau sebagai anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya, mengehendel dengan sangat baik dan aparat keamanan yang bertugas di Makki. Melalui Benny Wenda Paskalis Kosay sebagai calon Wakil Gubernur Papua waktu itu, beliau mengirimkan bantuan beras dan uang. Bantuan dari pemda Tolikara melalui Bapak Eteme Kogoya, Bantuan dari Ibu Lince Kogoya kepala Distrik Wamena, dan sumbangan lainnya. Seluruh pembicara hadir Bpk Drs Wellington L.Wenda dalam kapasitas sebagai anak sulung Baptis dan Bupati Pegunungan Bintang, Dr. Benny Giay dari Gereja GKII Wilayah Papua dan sejumlah pembicara dalam konferensi ini hadir. Beberapa keputusan pelayanan dilakukan baik untuk kepentingan pelayanan pemuda internal maupun external.

  1. Karya Anak Baptis di Generasi ini

Anak muda energik di dalam periode kepemimpinan Ndumma Socratez Sofyan Yoman, sebagai Ketua Umum BPP-PGBP dan Ev. Lelius R. Wanimba, S.Th sebagai Ketua Departemen Pemuda PGBP adalah generasi mentor Andreas Kogoya, Moury Kogoya, Beni Wenda, Agus Air Wenda, Lelius R. Wanimbo, Malcoln Saflesa, Sakarias Kogoya, Paiman Kogoya, dan sejumlah nama lainnya.

Generasi unior saat itu Yoka Yoman, Kiloner Wenda, Willius Kogoya, Leir Wenda, Merius Kogoya, Ernes Yoman, Nareki Kogoya, Kias Kogoya, Mandebet Kogoya, Saskar Kogoya, Pares L.Wenda, dan sejumlah nama  lainnya.

Beberapa hal telah diukir pada masa ini, yaitu:

  1. Atas mandate pimpinan mendesign model loga PGBP yang permanen dengan bentuk baku seperti saat ini.
  2. Atas mandate pimpinan berhasil melaksanakan Konferensi I Departemen Pemuda PGBP.
  3. Atas mandate pimpinan berhasil membuat buku Sejarah PGBP jilid I dengan judul “Sejarah Gereja Baptis Papua Barat”.

Bersama tua-tua berhasil mempertahankan posisi gereja hingga saat ini dengan segala macam kelebihan, keunikan dan kekurangannya.

Pares L.Wenda terpilih sebagai Anngota Members at Large Pemuda Aliansi Baptis se dunia untuk periode 2015-2020, Hasil Kongres BWA di Durban, Afrika Selatan.

  1. Penutup

Konferensi II tidak terlaksana lagi setelah konflik internal gereja memuncak pada tahun 2007,Dimana kepemimpinan Departemen Pemuda PGBP periode 2007-2012 dipimpin oleh Ev. Lelius R.Wanimbo, S.Th, Periode 2012-2017 Ev. Leir Wenda, S.Th namun dalam perjalanan Ev.Leir Wenda terpilih sebagai Sekretaris II BPP-PGBP dan posisi Ketua Departemen Pemuda PGBP selanjutnya dipimpin oleh Merius Kogoya yang memimpin Pemuda secara nasional, dan Seppi Wanimbo memimpin Pemuda wilayah Jayapura dan wilayah Pantai. Dalam kepemimpinan Merius Kogoya dan Seppi Wanimbo berhasil pelayanan yang sukses salah satunya membentuk persekutuan pemuda segi tiga (Baptis, GIDI dan KINGMI).

Kelompok yang menentang selama periode itu akhirnya memisahkan diri membentuk sinode sendiri pada tahun 2007. Pemisahan seperti ini, bukan baru pertama kali terjadi dalam tubuh PGBP, tetapi sebelumnya juga sudah keluar sebelumnya yaitu kelompok yang membentuk Persekutuan Gereja Baptis Anugerah. Kelompok ini adalah saudara-saudari kita dari Sorong. Mereka di dalam sejarahnya adalah dari misi anabaptis, kemudian anabaptis misionarisnya pulang, kekosongan pelayanan di wilayah Sorong kala itu diisi oleh GKI di Tanah Papua. Beberapa anak muda yang hijra dari Sorong ke Jayapura untuk tujuan kuliah, dilayani oleh Pdt. Djoseph Kaya Karetji, MA,  dan tua-tua lainnya, tetapi kemudian mereka memilih keluar dari PGBP dalam Kongres 2002 di Wamena. Dan realisasi penandatanganan pemisahan itu dilakukan sekitar tahun 2003/2004 di Kantor Pusat PGBP di Jalan Jeruk Nipis Kotaraja No.102, P.O.Box 1212 Jayapura, Papua.

Konferensi II Departemen Pemuda PGBP baru terselenggara pada tahun 2017 setelah fakum sekitar 12 tahun 2005-2017. Konferensi II ini terlaksana di bawah kepemimpinan Merius Kogoya, dan Ketua Panitia saat itu terpilih Sdr. Kilion WendaS. IP,  di Gereja Baptis Yame dan dilaksanakan Konferensi II Departemen Pemuda PGBP Dengan Tema. Saatnya Pemuda Bangkit Untuk Mandiri Sub Tema. Melalui Konferensi II Departemen Pemuda Baptis Papua Kita Mandiri Dalam Teologi Daya dan Dana. Terlaksana pada hari selasa 29 Angustus – 1 September 2017 pembukaan Konferensi II Departemen Pemuda PGBP di UPTD Museum Negeri Papua dan Konferensi II           Departemen Pemuda Berlansung di Kantor. Pusat Kepresidenan Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua di ita wakhu purom  lantai II AULA Gartuwan Kogoya ini telah memilih Seppi Wanimbo, S.IP sebagai Ketua Departemen Pemuda Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua untuk masa pelayanan 2017-2022. Konferensi II ini telah berhasil membantu organisasi sayap pemuda Baptis yang disebut Gerakan Anak Muda Baptis Papua (GAMBP).

 Dan bertolak dari Konfrensi II Departemen Pemuda Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua juga telah berhasil dan menyusun sejumlah program – program kerja dan sejumlah rekomendasin – rekomendasi, Struktur, tugas pokok kerja,  anggaran pendapatan dan anggaran belanja Departemen Pemuda Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua yang menjadi focus kerja dari pada pelayanan Departemen Pemuda Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua masa layan 2017 – 2022, maka program kerja itu haruslah dilaksanakan dan didukung dengan keuangan dan terprogram, terencana dan terukur sehingga perlu menyusun apa yang disebut  dengan penyusunan anggaran pendapatan dan anggaran belanja tahunan oleh Badan Pengurus Harian Departemen Pemuda Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua.

Dalam penyusunan anggaran inipun tidak terlepas  dari kebijakan program kerja tahun anggaran 2018 dan diharapkan agar penyusunan program dan anggaran pendapatan dan anggaran belanja,struktur, tugas – tugas pokok kerja Departemen Pemuda Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua ini menjadi acuan dasar yang harus didukung oleh pemuda gereja lokal dan seluruh pemuda baptis wilayah pelayanan Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Pemuda Baptis, Suara Baptis

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: