KNPB Umum Himbaukan, 1 Desember 2018, Doa dan Ibadah untuk Menuju Mogok Sipil


MAJALAHWEKO, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, menghormati sejarahnya dan memperingati sejarahnya, seluruh manusia di belahan dunia pasti punya sejarahnya masing-masing, demikian pula Bangsa Indonesia dan bangsa Papua.

1 Desember 1961 merupakan hari bersejarah bagi bangsa Papua, karena 1 Desember 1961 adalah  hari lahirnya Embrio Bangsa Papua di bawah administrasi pemerintah koloni Benlanda dan di umumkan oleh Dewan New Guinea Rad (NGR), atau Dewan Nasional Papua.

Secara dejure oleh koloni Belanda telah mempersiapkan dan mengakui bangsa Papua  sebagai suatu bangsa yang harus berdiri sendiri sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat sama dengan bangsa-bangsa lain di dunia, namun karena nafsu kepentingan ekonomi politik penguasa kolonial Indonesia dan kapitalis Asing telah mengorbankan nasib masa depan rakyat Papua Barat.

Awal kelam nasib bangsa Papua Barat adalah 19 Desember 1961 dengan mengeluarkan maklumat tri komando rakyat di alun-alun Jakarta Timur oleh seorang presiden RI pertama Ir Suharto dengan isi tri komando rakyat,  bubarkan negara boneka buatan Belanda, segera kibarkan sangsaka merah Putih di seluruh wilayah Papua Barat, dan segera lakukan mobilisasi di seluruh wilayah Papua Barat.

Dengan demikian pada tahun 1963 Bangsa Indonesia menduduki Pulau Papua Barat secara ilegal dan menguasai pulau Papua dengan sewenang-wenang  sedang menindas kita dengan berbagai cara 
Sehingga 1 Desember 1961 dan 1 Desember 2018 merupakan momentum bersejarah bagi bangsa Papua oleh karena itu, Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Sebagai media nasional rakyat bangsa Papua menghimbau dan mengajak rakyat Papua Barat untuk memperingati 1 Desember 2018 di seluruh wilayah Papua Barat dari Sorong sampai Merauke dalam doa nasional bersama rakyat Papua Barat.

Komite Nasional Papua Barat sebagai media rakyat juga menghimbaukan kepada seluruh umat beragama yang ada di Papua Barat juga turut berpartisipasi dalam memperingati 1 Desember 2018 ini, karena  mumen bersejarah inilah menjadi tempat memperdebatkan nilai-nilai kebenaran, keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan tidaklah cukup hanya berkotbah di atas mimbar tentang keselamatan umaat manusia untuk masuk sorga.

Sementara umatnya di bunuh di depan halaman Gereja oleh penguasa kolonial Indonesia untuk mengamankan kepentingan ekonomi Asing di Papua Barat. 
Sudah cukup Lima puluh tujuh tahun penguasa kolonial Indonesia telah dan sedang menindas kita rakyat Papua di west Papua.

Mereka yang mendahului kita pun ratusan bahkan ribuan nyawa manusia Papua berkorban demi mempertahankan sejarah bangsa Papua dan Mereka menjadi saksi bisu di alam baga sana.

Komite Nasional Papua Barat juga menghimbaukan kepada seluruh rakyat Papua Barat bahwa momentum 1 Desember 2018 tidak boleh mengibarkan bendera pusaka bangsa Papua yaitu bintang Fajar, karena bintang Fajar bukan layang-layang yang hanya kasih naik- kasih turun punya.

Tetapi bendera bintang Fajar sekali naik untuk selama-lamanya berkibar di seluruh wilayah Papua Barat, sehingga 1 Desember 2018 tidak pengibaran bendera pusaka bangsa Papua.

Doa nasional bersama rakyat Papua Barat dalam rangka memperingati hari manifesto politik bangsa Papua dengan tema (Doa nasional memperingati 1 Desember 2018 untuk menuju mogok Nasional demi terwujudnya hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua).

Doa nasional memperingati 1 Desember 2018 akan dilakukan di seluruh wilayah Papua Barat yang akan mediasi dan memfasilitasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Wilayah, Konsulat, dan Sektor sampai ke sel-sel basis rakyat Papua Barat.

Tempat    : Sekretariat KNPB wilayah  dan Konsulat masing-masing 
Waktu      : di sesuaikan kondisi wilayah dan Konsulat 
Hari        : Sabtu 1 Desember 2018 
Himbauan Umum ini kami buat penuh rasa tanggung jawab atas partisipasi seluruh rakyat Papua Barat kami menyampaikan terima kasih.

“Salam revolusi kita harus mengakhiri

Holandia west Papua 28 November 2018

                        Mengetahui 
           Bp. Komite Nasional Papua Barat 
                   (KNPB) Pusat 
                             Ttd
                    Agus Kossay
                    Ketua umum

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Informasi, KNPB, Polhukham, Politik, West Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: