Dua Isu Digemakan DI Berbagai Media untuk Tenggelamkan atau Membelokkan Akar Masalah West Papua


Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

  1. Pendahuluan

Persoalan konflik kekerasan  kemanusiaan dan ketidakadilan yang dilakukan Negara/Pemerintah Indonesia sudah menjadi persoalan Internasional. Di berbagai forum: MSG, PIF, PBB dan lembaga-lembaga kemanusiaan terus membahas dan menyatakan keprihatinan atas kekerasan dan pelanggaran berat HAM yang dilakukan Negara/pemerintah Indonesia yang menduduki dan menjajah rakyat dan bangsa West Papua.

Komunitas Internasional berpandangan bahwa kejahatan kemanusiaan di West Papua merupakan nilai-nilai universal yang sedang terusik/terganggu dimana martabat dan kedaulatan kemanusiaan  bangsa West Papua direndahkan oleh penguasa kolonial moderen Indonesia. Berdasarkan keyakinan ini, permasalahan di West Papua ialah persoalan yang tidak ada hubungan dengan kedaulatan negara dan persoalan dalam negeri karena kemanusiaan  merupakan masalah yang berdimensi global.

Penculikan dan pembunuhan Theys Hiyo Eluay dan penghilangan sopir Theys, Aristoteles Masoka, penembakan Mako Tabuni, Yustinus Murip, Kelly Kwalik, Yawan Wayeni, 4 siswa di Paniai pada 8 Desember 2014 dan ratusan bahkan ribuan rakyat sipil yang dibantai belum satu penjahat itu dihukum setimpal dengan kejahatan mereka.

  1. Dua Isu Menggema di West Papua

Memang kita semua sangat prihatian keadaan rakyat dan bangsa West Papua sangat tidak norman dibawah koloni Indonesia. Ketika masalah West Papua sudah menjadi agenda komunitas Internasional, ada dua persoalan yang dimunculkan di West Papua.

2.1. Isu Minuman keras

Minuman keras dijual di tempat terbuka dan kematian akibat miras ini dimana-mana. Di Tanah West Papua sepertinya menjadi lahan pembantaian manusia. Semua orang berteriak dan demo dan berbagai bentuk protes bahkan sudah dibuat Pakta Integritas. Dalam hal ini bupati Jayapura pak Mathius A. cukup sukses menekan peredaran & penjualan miras. Tuhan memberkati.

2.2. Ketimatian Orang Asli Setiap hari

Keadaan yang sangat menyedihkan ini dikampanyekan terbuka di berbagai media, terutama di medsos. Banyak orang  peduli dengan keadaan yang sangat memprihatinkan ini. Ada yang komentar dengan alasan-alasan rasional dari perspektif medik. Rantai kematian manusia di West Papua, lebih khusus Orang-orang Asli dengan miras dan juga di Rumah Sakit ini patut dipertanyakan.

2.2 1. Apakah ada kematian orang-orang migran/pendatang di Rumah Sakit?

2.2 2. Apkh mereka sama dengan manusia malaikat sehingga kekebalan tubuh dari kematian?

2.2.3. Apakah ada agenda terselubung yang sedang diterapkan di West Papua dengan pembunuhan senyap (silent killing) dalam rangka pemusnahan etnis bangsa West Papua?

  1. Upaya Tenggelamkan dan membelokkan akar masalah bangsa West Papua

Penulis salut dan dukung adik Samuel Tabuni yang gigih dan tanpa lelah mempersoalkan dan mengkampanyekan tentang kematian orang-orang Asli West Papua. Adik Samuel salah satu anak bangsa yang sangat peduli dan memiliki keprihatinan mendalam keadaan yang tidak normal bangsa West Papua.

Perlu penulis ingatkan kepada kita semua bahwa ketika kita lebih banyak kampanyekan kematian manusia akibat miras dan kematian di rumah sakit, akar masalah bangsa West Papua bisa tenggelam dan dibelokkan. Karena itu  kita jangan lupa kematian manusia disebabkan dari beberapa faktor:

3.1. Kematian manusia di West Papua akibat kekerasan dan kejahatan Negara, manusia-manusia yang ditembak mati oleh TNI/Polri selama 50 tahun lebih yang perlu didorong untuk penyelesaian di tingkat Internasional. Karena kekerasan dan kejahatan Negara sudah menjadi masalah kemanusiaan secara global.

3.2. Kematian akibat miras

3.3. Kematian akibat HIV

3.4. Kematian berantai yang tidak normal di rumah sakit seluruh West Papua dari Sorong-Merauke.

  1. Jangan LUPA Akar masalah bangsa West Papua

4.1. Status politik bangsa West Papua dalam Indonesia.

4.2. Pelanggaran berat HAM.

Agamua,15112018;07:31AM

Penulis: Dr.Ndumma Socratez S. Yoman, M.A (Presiden Baptis Papua).

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Media, Nasional dan Internasional, Suara Baptis, Suara Gereja, West Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: