Baku Saling Kejar Megejar  Bukan Solusi Penyelèsaian Masalah di Papua


ncue-1

Theo Hesegem (Pembela Ham Internasional).

MAJALAHWEKO, WAMENA – Theo Hesegem (Pembela Ham Internasional) mengatakan “Saya sebagai seorang pembela ham di  Papua, kekerasan tidak pernah akan ada solusi penyelesaian masalah di Papua, kalau ada yang menyatakan kekerasan bisa dapat menyelesaiakan masalah itu sangat bohong. 

Kata Theo “Seluruh kasus pelanggaran Ham  yang terjadi di Papua, perlu untuk duduk bersama dan berdialog antara OPM dan Pemerintah Indonesia.

Menurut Theo saling kejar mengejar antara TNI /POLRI dan OPM akan memakan korban jiwa dari ke dua pihak. Oleh karena itu saya mau masukan bahwa duduk bersama dan berdialog yang difasilitasi oleh pihak ke tiga. Kalau Pemerinrah Indonesia mengaku dirinya bahwa Pepera tahun 1969 telah terlaksaan dengan baik, jujur dan adil.

Menurut OPM Pepera dilaksanakan  dengan banyak manipulasi dan ketidak jujuran. Sehingga OPM terbentuk saat itu dan mulai begerak memperjuangkan keadilan di tanah Papua. Pemerintah Indonesia sebagai  orang tua harus membuka diri dan berialog terbuka yang difasilitasi oleh Pihak ke tiga.

Perlu ketahui bahwa kasus dugaan pelangaran ham di Papua sudah di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) bukan masalah logistik Indonesia. Kekerasan di papua  akhir-akhir ini sangat meresahkan bagi masyaraat sipil dan akan selalu  hidup dalam trauma, saya Yakin kondisi seperti  ini bagi Negara Indonesia tidak akan tenang, karena selalu saja mendapat sorotan oleh negara-negara di seluruh dunia.

Saya pikir masyarakat Papua sudah lama tidak percaya bangsa ini, karena banyak janji-janji dan melakukan pembohongan di level  Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait kasus dugaan pelanggaran ham  Papua. Bahwa Papua tidak ada kasus dugaan  pelanggaran Ham.

Sedangkan  banyak catatan sekitar 13 kasus yang harus di bahas, saya tau persis kasus yang memang di petakan oleh Polda papua dan Tim penyelesaian kasus dugaan pelanggaran Ham di papua, karena saya salah satu anggota tim yang terlibat pada saat itu. Kata Theo.

Pemerintah Indonesia setidak-tidaknya harus jujur dan terbuka terkait dengan kasus dugaan pelanggaran ham di Papua. Biasanya kalau tidak jujur dan terbuka dan kemudian menyimpan/menyembunyikan kebenaran lalu membohongi orang lain di balik dari kebenaran itu biasanya barang akan semakin busuk dan bau  pada akhirnya dibuang di sampah.

Maksud saya bahwa pemerintah Indonesia tidak terbuka dengan menyampaikan kasus dugaan pelanggaran ham di lebel internasional, maka Indonesia akan merasa kehilangan dengan pulau Papua. Ucap Theo.

Theo simpulkan “kekerasan, pembohongan, penipuan, dan pengejaran  tidak pernah menyelesaikan masalah dan tidak akan berakhir dari masalah. Mari kita berdialog dengan terbuka, adil dan jujur secara bermartabat.

Saya yakin bahwa masyarakat di Lani Jaya pasti hidup tidak aman dan pasti mereka ada dalan poisi yang sangat trauma dengan kondisi yang ada sekarang.

Editor: Nuken/MW.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Artikel, Opini

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: