Orang non Papua Mematikan Usahanya Mama-Mama Papua


MAJALAHWEKO, WAMENA – Saya sebagai anak Papua, peduli ekonomi kota Wamena dan sekitarnya menyampaikan kepada orang Non Papua bahwa, segerah berhenti jualan asil bumi Papua. Mulai dari sayur, pinang dan lain-lain.

Sangat prihatin ketika saya lihat orang non Papua jualan pinang dan sayur di kios, padahal dalam kios tersebut menjual banyak barang. Sementara mama-mama Papua jualan pinang di depan kios.

Secara tidak langsung orang Non Papua mematikan usahanya mama-mama Papua. Ini salah siapa, Pembeli atau penjual? jika mau bersaing, bersainglah dengan sehat.

Salah satu penjual pinang Mama Papua di depan kios pertigaan jala irian atas mengatakan “Kecewa Saat diwawancarai media #MajalahWeko.

Jual Pinang dalam Kios (Foto: Nuken/MW)

Yang Boleh jual hanya sudah memiliki izin usaha resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya. Jika tidak punya izin usaha, segerah tutup atau berhenti jual.

Pemerintah kabupaten Jayawijaya segerah membuat peraturan khusus terkait Nasib mama-mama Papua. Jika pemerintah tidak membuat sesuatu yang terbaik untuk mama-mama Papua, maka dalam waktu dekat saya bersama kawan-kawan peduli ekonomi Kota Wamena akan bertindak tegas*.

Jual Pinang dalam Kios (Foto: Nuken/MW)

(Penulis: Nuken).

 

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam Berita, Ekonomi dan Bisnis, Gaya Hidup

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: