Sangat Memalukan Para Sarjana Menjadi Tukang Demo Dan Minta Belas Kasihan


20180917_120732_2

MTolak tes CPNS 2018 melalui online di Papua Barat, BEM Unipa, cipayun, pencaker dan masyarakat demo damai ke kantor gubernur Papua Barat, Senin (17/9)/Albert

MAJALAHWEKO.COM, – “Adik-adik dan anak-anak sarjana Papua harus ubah cara berfikir /paradigma Anda. Anda tidak harus menjadi pencari kerja untuk menjadi pegawai negeri sipil tapi bagimana supaya kita buat lapangan kerja. 

Hal ini perlu didiskusikan bersama. Kalau orang-orang punya kualitas pasti tidak mengemis-mengemis pada penguasa untuk diperhatikan dan dikasihani. Lebih baik menjadi merdeka dan berdaulat di atas kaki sendiri. Karena pendidikan yang benar biasanya membebaskan orang dari perbudakan dan ketidakberdayaan.

Demo-demo, tunggu-tunggu pengangkatan Pegawai Negeri Sipil hanya buang-buang waktu. Di West Papua banyak peluang untuk bekerja bukan hanya menjadi Pegawai Negeri.

Mandirilah dengan modal ilmu dan ketrampilanmu. Dimana ilmu pengetahuanmu sebagai kekuatan inovasi dan kreasi? Selama 4-6 tahun di PT Anda pelajari apa dan dapat apa? Apakah Anda mendapat ilmu untuk demo-demo? STOOOP Demo-demo, bikin malu kita rakyat dan bangsa West Papua.

Anda harus berkompetisi dengan mutu atau ilmu yang ada isi. Apakah Universitas yang salah atau mahasiswa yang tidak mengisi ilmu dengan baik? Era sudah berubah, era teknologi, ero informasi. Jadilah seseorang pencipta lapangan kerja bukan pencari kerja. Please to be a creator the job, but not to be a seeker the job.”

Penulis: (Gembala Dr. Socratez S.Yoman). Ita Wakhu Purom,22 September 2018; 07:59.

Editor: Nuken/MW

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Aksi Demo, Berita, Pendidikan
2 comments on “Sangat Memalukan Para Sarjana Menjadi Tukang Demo Dan Minta Belas Kasihan
  1. Venny Petrusmatly berkata:

    lebih memalukan lagi jika Bapa gembala ajarkan kebencian kepada umat

    Suka

  2. lere wenda berkata:

    Gembala itu bertindak menggunakan Hati, bukan emosi

    “Bapak Socratez yang terkasihani, jadilah Gembala yang benar, jangan punahkan domba-domba milik bapak”

    Hal ini saya tulis di dinding Facebook saya. Saya anak Papua yang selalu mengikuti tulisan-tulisan Bapak di Facebook.

    Tulisan Bapak membuat anak-anak Papua bingung, saya mempertanyakan kepada bapak “bapak Gembala, tulisan bapak bukan menggambarkan pemikiran seorang gembala, tetapi lebih kepada pemikiran iblis”

    Tolong bapak jelaskan orang Papua siapa yang dirampok dan siapa yang merampok?

    Bapak Socratez jangan memfitnah orang Papua, hanya untuk mencari makan dan mencari panggung. Bapak seorang gembala seharusnya bapak mengajarkan hal-hal yang baik untuk domba-domba bapak, dan jangan merusak domba orang lain.

    Kami yang bapak maksud dirampok? Tidak benar, kami bebas, kami sudah mengelolah SDA kami sendiri, kami semakin mampu bersaing dengan non Papua, kami menjual sebagian tanah kami untuk perubahan dan untuk kebaikan bukan penyiksaan.

    “Genosida yang bapak bilang itu benar, dan genosida itu adalah ciptaan bapak sendiri”

    Ibaratnya Saya menggambarkan bapak sebagai seorang Gembala, bapak adalah Gembala yang tidak memberikan makanan yang benar kepada domba-domba milik bapak sehingga semakin lama domba-domba itu sakit dan akan punah pada akhirnya, itulah genosida yang bapak Gembala ciptakan.

    Kami, domba yang diberikan makanan yang baik, mempunyai kekuatan untuk menghadapi perubahan jaman, kami sehat dan kami bisa melakukan sesuatu yang berguna bagi siapa saja, sehingga kami tidak akan punah di tanah kami sendiri.
    Berbeda dengan domba yang bapak miliki, untuk disembelih saja mungkin tidak layak, apalagi diajak untuk bekerja, maka lambat lain akan punah di kandang bapak.

    “Seperti itulah bapak, ibaratnya domba yang bapak pelihara lambat laun akan punah”

    Sebagai domba, saya kasihan lihat teman saya (domba milik bapak), saya berharap bapak bisa memperbaiki cara makan dan hidup mereka, sehingga tidak ada yang mengatakan bapak sebagai “Gembala Yang Gagal”

    Terima kasih Bapak, semoga bapak bisa memahami kekuatan domba yang sehat.

    Papua, 30 September 2018
    (Domba yang sehat dan kuat)

    Suka

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: