TNI Polri hanya Upaya Menghapus asap Sedangkan Apinya tidak Dipadamkan


PATER-NELES-TEBAY-1069x800

Ketua Sekolah Tinggi Fajar Timur (STFT) DR Pater Neles Tebay ( dok/cepos)

MAJALAHWEKO.COM, JAYAPURA – Sejumlah kasus di Papua yang dianggap berbau paham yang bertolak belakang dengan NKRI belakangan ini terus bermunculan. Terkait ini Ketua Sekolah Tinggi Fajar Timur (STFT) DR Pater Neles Tebay mengungkapkan bahwa beberapa kejadian yang muncul ada kaitannya. Ia memulai dengan kasus terakhir dugaan penyisiran yang dilakukan di Lanny Jaya dengan target Enden Wanimbo. Lalu di Timika dengan target markas KNPB. Sebelumnya kasus gelang saat ospek di Uncen dan tak berapa lama muncul soal noken bercorak Bintang Kejora di Stikom Jayapura.

“Saya menganggap ini ada kaitannya dengan Politik dan perlu dicaritahu apa persoalannya,” kata Pater Neles melalui ponselnya, Rabu (18/9).

Hanya saja ia justru melihat apa yang dilakukan aparat TNI Polri dengan upaya penegakan hukum dianggap tidak tepat sebab sampai kapanpun Papua akan tetap menyala seperti ini bila persoalan awal tidak disentuh.

Yang ditangani Polisi dan TNI adalah asap sementara apinya tak dipadamkan. Alhasil mau tidak mau suatu saat api ini akan kembali menyala bahkan tidak menutup kemungkinan akan membesar.

Upaya penegakan hukum termasuk tindakan represif dikatakan hanya menangani sesaat masalah yang muncul namun tidak menuntaskan.

Pater Neles yang juga menjabat sebagai Koordinator Jaringan Damai Papua ini berharap ada pemikiran dan konsep yang jelas untuk bagaimana menyelesaikan masalah ini.

Jika markas KNPB dibongkar, begitu juga Enden Wanimbo ditangkap diyakini akan muncul markas lain dan sosok lain yang akan menggantikan Enden Wanimbo. “Ini yang harus dipikirkan. TNI Polri hanya upaya menghapus asap sedangkan apinya tidak dipadamkan. Selama masalah politik masih ada maka akan tetap tumbuh. Enden Wanimbo mungkin ditembak mati tapi akan muncul pemimpin baru,” jelasnya. Ia menyebutkan ada banyak operasi militer sejak tahun 1963 dan sampai sekarang masih berlajut.

Yang jadi soal adalah mengapa hingga kini tak tuntas? “Saya berharap Polda dan Kodam bisa melihat persoalan ini seperti apa. Mengusulkan ke pemerintah pusat dan dicarikan solusi politik sebab ini akan terjadi setiap tahun. Kita tidak menunggu letupan senjata, lalu ada korban sipil dan korban dari aparat. Jangan selamanya asap tapi pikirkan apinya,” imbuhnya.

Sumber:

(https://www.ceposonline.com/2018/09/21/pater-neles-jangan-hanya-mengurus-asap/)

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Berita, Nasional, Polhukham
One comment on “TNI Polri hanya Upaya Menghapus asap Sedangkan Apinya tidak Dipadamkan
  1. Venny Petrusmatly berkata:

    padamkan asap sekalian siram dengan air to……sejarah sudah jelas bro kemerdekaan RI sejak 17-8-1945 dari sabang sampai Merauke, akal bulus belanda lah yg sebabkan Papua merasa bukan bagian dari NKRI

    Suka

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: