Pemerintah RI dan TNI/Polri Sebagai Kolonial Moderen di West Papua 


Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

1. Pendahuluan

“Bagi rakyat dan bangsa West Papua perlu belajar, mengetahui dan harus sadar, siapapun presiden Republik Indonesia tidak ada gunanya. Karena sepanjang dan sejauh ini, TNI menduduki, berkuasa, menindas dan menjajah Bangsa West Papua.”

Ikuti dua komentar yang dikutip ini.

1. 1. Hj. Dr. Bambang Susilo Yuhoyono (mantan Presiden RI).

Pada 16 Desember 2010 di Cikeas: “Saya punya kemauan kuat untuk menyelesaikan persoalan Papua. Tapi, ada kelompok hardliner menekan saya supaya tidak menyelesaikan masalah Papua.”

1. 2. Ir. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.

Pada 24 Agutus 2018 mengatakan: “Sulit juga mengubah cara pandang militer. Sudah dibilang selesaikan masalah Papua koq, sulit sekali.”

Melihat dua pernyataan ini, yang mempunyai masalah besar di West Papua ialah TNI. Di West Papua sampai saat ini adalah pemerintahan berwajah dan bercirikan khas militer walaupun terlihat di depan ialah wajah sipil.

2. Konflik Diciptakan dan Dipelihara

Contoh yang paling nyata ialah konflik-konflik di Puncak Jaya.

“Kasus penembakan di Puncak Jaya merupakan proyek yang sengaja dibangun oleh mareka yang selama ini sangat paham teori konflik. Saya yakin, dibalik penembakan di Puncak Jaya ada keterlibatan TNI/Polri. Kita bisa lihat dari cara menembak hingga melarikan diri, mereka seperti orang-orang terlatih. Tidak mungkin orang dihutan mampu menembak jarak seperti itu.” (hal.194).

“Sejak 2004 hingga kini, aparat belum bisa menjelaskan siapa penembaknya. Peluru itu tidak mungkin milik OPM, penembakan saja orang terlatih. Sekali lagi itu trik yang dijalankan orang pusat. Dengan adanya pembunuhan ini, pusat akan menilai Puncak Jaya daerah rawan konflik bersenjata. Maka pusat akan menurunkan lebih banyak pihak keamanan. Bila aparat tidak ada dana, mereka akan kacaukan keadaan sehingga dana bisa turun. Cara yang sangat tidak bermartabat.”

“Yang belajar untuk menciptakan konflik itu siapa? Teori mereka (TNI/Polri) yang tahu. Gereja sudah tahu. Gereja sudah tahu, siapa yang bermain di sana. Yang menetapkan Papua sebagai daerah konflik bukan pemerintah Papua, bukan juga rakyat Papua, tetapi aparat militer dan pemerintah pusat (Indonesia). Siapa yang umumkan Papua daerah konflik, ya mereka itu yang sebenarnya menciptakan konflik. Peristiwa kekerasan di Puncak Jaya itu pembiaran, konflik diciptakan, dipelihara” (hal. 194-195). (Sumber: Bintang Papua, 6 Agustus 2010).

Penjelasan lengkap latar belakang bisa dibaca dalam buku: “MEREKA YANG MELAYANI DENGAN KASIH” karya Dr. Yoman, 2017).

Kekerasan, kejahatan kemanusiaan, kekejaman dan kekerasan di West Papua indentik dengan wajah pemerintah dan aparat TNI/Polri. Mengapa? Kehidupan rakyat dan bangsa West Papua relatif aman di wilayah Pasifik sebelum Indonesia menduduki dan menjajah bangsa ini.

3. Kesimpulan

Dari uraian singkat ini memberikan kesimpulannya sebagai berikut:

3.1. Siapapun presiden Republik Indonesia (Ir. Joko Widodo atau Jend. Purn.TNI Prabowo Subianto 100% tidak ada gunanya bagi rakyat dan bangsa West Papua.

3.2. Aparat keamanan TNI/Polri menjadi sumber/aktor konflik dan kekerasan di West Papua dan wilayah ini dipertahankan sebagai wilayah konflik karena dua wilayah konflik, yaitu Timor Timur (Tomor Leste) sudah merdeka dan Aceh sudah didamaikan.

“Air jernih di kolam ikan harus dibuat kabur, supaya ikan-ikannya dengan mudah ditangkap atau ikan-ikan mati sendiri karena airnya kotor.”

Doa dan harapan penulis, rakyat dan bangsa West Papua tidak ditipu terus-menerus oleh bangsa kolonial Indonesia yang hadir dengan wajah “pembangunan” yang menindas, merampok, menyingkirkan dan memusnahkan bangsa West Papua rumpun Melanesia dari tanah leluhurmu.

Semoga ada pencerahan.

Penulis: Presiden Baptis West Papua oleh: Ndumma Socratez S.Yoman, M.A.

(Ita Wakhu Purom, 20 September 2018; 13:51PM)

Editor: Nuken/MW

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam Artikel dan Opini, Ham, Polhukham, Suara Baptis, Suara Gereja

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: