Siapa yang Biasa Berdoa untuk OPM di setiap Mimbar Gereja?


IMG_9576

Foto: Presiden Baptis Papua. (Photo Dok: Nuken/ MW)

MAJALAHWEKONEWS.COM, – Pertanyaan ini saya sampaikan kepada para undangan, para dosen, wisudawan/ti Sarjana dan Pasca Sarjana STT Walter Post pada 2006. Saya diminta untuk menyampaikan Firman Tuhan pada acara terhormat ini. Apa yang saya sampaikan dikutip sebagai berikut. 

“Saudara-saudara, siapa di antara kita yang biasanya mendoakan umat Tuhan yang diberi stigma OPM? Saya mohon angkat tangan.” Saya menunggu beberapa menit, tidak ada yang angkat tangan.

“Kalau di antara kita tidak ada yang mmendoakan umat Tuhan yang diberi stigma OPM dan dianggap musuh oleh penguasa pemerintah Indonesia, berarti kita ini bukan gereja lagi. Kita semua adalah orang yang ikut berperan dalam mendukung penangkapan, pemerkosaan, penjarahan, dan pembunuhan.”

“Domba-domba Allah bersama dengan penguasa Indonesia. Tuhan Yesus minta kita gembalakan domba-domba-Ku, tapi kita gembalakan yang sudah merasa aman karena tidak diberikan stigma OPM. Sebenarnya gereja mempunyai kuasa dan otoritas karena gerejalah yang diberikan mandat oleh Tuhan Yesus Kristus.” (Sumber: “Mereka Yang Melayani Dengan Kasih” Yoman, 2017, hal. 173).

57 tahun West Papua Diintegrasikan dengan Moncong Senjata

Selama 57 tahun West Papua diintegrasikan dengan moncong senjata ke dalam wilayah Indonesia sejak 1961, di setiap mimbar gereja hanya berdoa untuk pemerintah dari pusat sampai di pemerintahan terkecil. Tapi, dari mimbar gereja tidak pernah berdoa umat Tuhan yang berjuang untuk hak hidup, keadilan, perdamaian dan hak politik mereka yang diberikan stigma OPM.

“Jangan melihat rakyat dan bangsa West Papua dalam perpektif Negara, tapi lihatlah mereka dalam perspektif Allah dan kemanusiaan.”

Kalau manusia dilihat dari ukuran NKRI, maka seluruh hukum dan peraturan Indonesia yang dikenakan kepada Penduduk Asli West Papua pasti tidak adil, sangat kejam, tidak manusiawi dan sangat diskriminatif yang melebihi kuasa Iblis.”

Penulis:

(Gembala Dr. Socratez S.Yoman; Ita Wakhu Purom, 19 September 2018;06:39AM

Editor: Nuken/MW

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Artikel, Berita, Opini, Suara Baptis, Suara Gereja

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: