Menghormati Jenazah Mako Tabuni di Jalan Raya Padang Bulan


Oleh Gembala Dr. Yoman

AgfaPhoto

Foto Dok. Jenazah Almarhum Revolusioner Bangsa Papua Barat. Musa Mako Tabuni dimakamkan pada hari ini tanggal 16 Juni 2012, di Pekuburan Umum Sereh, Sentani Papua Barat. Pemakaman Mako Tabuni ini diringi sang Bintang Kejora.

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – “Setelah menjemput anak saya, Arnold Ap Nelson Mandela Yoman, kami menunggu di depan jalan masuk Kampus Politeknik Kesehatan (Poltekes) Padang Bulan, Abepura. Raung-raung mobil dan motor yang mengantar pejuang ini mulai muncul di depan Kantor Korem 172 Jayapura. Saya turun dari mobil dan dalam keadaan tegap mengangkat tangan dan memberi hormat kepada jenazah pahlawan bangsa yang sedang lewat, saya naik mobil dan menuju ke rumah kami di Ita Wakhu.” 

Arnold bertanya kepada saya, Tadi Bapak hormat siapa itu?  Siapa yang mati? Saya jawab, “Arnold, tadi bapak turun dan memberi hormat kepada seorang pahlawan besar rakyatdan bangsa Papua. Polisi Indonesia bunuh dia. Namanya Musa Mako Tabuni.”

Ada perdebatan alot antara orang tua Mako dan aparat keamanam di Rumah Sakit Bhayangkara tentang pemakaman jenazah pahlwan nasional bangsa West Papua ini, Musa Mako Tabuni.

Keluarga Mako berada dibawa tekanan psikologi yang luar biasa. Saya angkat bicara.

“Saya siap membawa Mako Tabuni di Gereja Baptis Waena dan saya akan kuburkan dia di sana. Terlepas dari perbedaan pandangan politik dan ideologi, Mako adalah domba Allah. Mako adalah pahlawan Papua, pejuang keadilan, perdamaian, kesamaan derajat, hak asasi manusia. Namanya tetap tertulis dalam sejarah rakyat dan bangsa Papua Barat sebagai pahlawan.”

“Saya jamin masalah keamanan, jenazah tetap dibawa ke Sentani, Pos 7. Saya harap aparat keamanan tidak boleh ada ditempat pemakaman. Kami mau buktikan kepada Anda (aparat keamanan/pengacau/perusuh), bahwa kami mampu dan sanggup mengendalikan dan menciptakan keamanan yang damai, terkendali, dan penuh kasih.” (hal. 190).

(Sumber buku:

“MEREKA YANG MELAYANI DENGAN KASIH” karya Dr. Socratez Yoman).

Catatan:

Buku ini didapat di TB Kalam Hidup Abepura dan TB Ondewerek di Airport Sentani Lantai 2.

Editor: Nuken/MW

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam KNPB, Opini, Suara Baptis, Suara Gereja

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: