Mari kita belajar dari dua kisah ini


  1. Isaac Hindom & Menteri Dalam Negeri Indonesia.

Pada saat terjadi operasi militer besar-besaran di West Papua, ribuan rakyat West Papua mengungsi ke East Papua (PNG). Untuk mengatasi mereka & membawa mereka kembali, Menteri DN RI menelepon gubernur, Isaac Hindom: 

” Bapak gubernur, tolong urus rakyat Papua yang menyeberang ke PNG itu.”

buku-opm (1)

Buku ke 9 dengan judul Otonomi, Pemekaran dan Merdeka (OPM?)

Jawaban Isaac Hindom:

“Bapak Menteri, sekarang kita sudah berbicara tentang rakyat yang sudah pergi ke negara orang lain, & yang harus berbicara adalah antar negara. Itu urusan Departemen Dalam Luar Nageri atau Menlu. Kalau rakyat itu pindah ke Ambon/Maluku, hari ini juga saya berangkat mengambil mereka untuk kembali ke Irian Jaya. Kalau saya yang urus rakyat Indonesia dari Papua ke PNG, orang lain dan pemerintah akan menilai bahwa saya tidak tahu aturan.”

  1. Isaac Hindom mendapat telepon dari Gubernur Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah menelepon gubernur Irian Jaya, Isaac Hindom & mengatakan:

“Bapak gubernur, tolong datang mengurus & mengatur mahasiswa Irian Jaya yang berkelahi di Jawa Tengah di sini.”

Jawaban pak Isaac Hindom:

“Bapak gubernur, saya minta maaf karena saya sedang sibuk mengurus para transmigran yang datang dari Jawa Tengah ke Irian Jaya sehingga SAYA LUPA mengurus mahasiswa dari Irian Jaya yang sedang belajar di Jawa Tengah. Jadi, kalau boleh, bpk gubernur, tolong urus & jaga serta bina mereka dengan baik sebagai sesama anak bangsa. Karena, saya memperlakukan para transmigran dari Jawa Tengah dengan cara yang sangat manusiawi. Karena, mereka juga adalah sesama manusia dan warga negara Indonesia.”

(Sumber: Yoman, OPM? Otonomi, Pemekaran dan Merdeka, 2010: hal.116).

Pesan:

Pemerintah dan TNI/Polri dimana saja, belajarlah kepada rakyat dan bangsa West Papua yang mengijinkan orang Indonesia datang, hidup & memperbaiki kehidupan ekonomi di tanah leluhur kami di West Papua, sebaliknya hargai & hormatilah kami yang sedang belajar tanah leluhurmu di luar West Papua.

Penulis: (Gembala Dr. Yoman).09708

Editor: Nuken/MW

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Opini, Suara Baptis, Suara Gereja

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: