Oknum Aparat Terlibat Penambangan Liar di Papua, KPK Surati Panglima dan Kapolri


MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Pandjaitan mengatakan oknum aparat keamanan dan aparatur sipil negara (ASN) diduga terlibat dalam kasus penambangan liar (illegal mining) dan pembalakan liar (illegal logging) di Papua. 

Basaria Pandjaitan mengemukakan, semua pihak tersebut terlibat berdasarkan temuan tim di lapangan. Akan tetapi mereka bukan atasnama instansi tetapi perorangan atau oknum. 

“KPK sudah mengirim surat ke Kapolri, Panglima TNI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Menteri Perhubungan untuk menindaklanjuti temuan di lapangan terkait keterlibatan anggota dan ASN,” kata Basaria di Jayapura, Kamis (6/9).

Hal itu disampaikan Basaria usai menghadiri monitoring dan evaluasi rencana aksi penyelamatan sumber daya alam di Provinsi Papua sektor kehutanan, pertambangan, perkebunan serta sektor kelautan dan perikanan. 

Menurutnya, untuk mengubah sesuatu itu tidak mudah, namun secara keseluruhan perkembangannya cukup baik, apalagi tim pencegahan KPK menginginkan perubahan.

Tentu saja, kata Basaria, semua pihak sudah diingatkan jangan mengulangi praktek seperti itu karena penegakan hukum yang kemudian akan dilakukan. Dimana masalah yang paling rawan terjadi di Papua adalah illegal minning dan illegal logging.

Tidak masalah sumber daya alam dikelola namun perlu adanya perda dan memenuhi semua ketentuan seperti pembayaran pajak dan royalti, mengingat selama ini banyak pengusaha besar yang mengatasnamakan masyarakat. 

“KPK akan memfasilitasi, sehingga tidak ada lagi sumber daya alam di Papua yang dikelola secara illegal,” kata Basaria.

Adapun baru-baru ini Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Timika, menangkap puluhan warga negara asing (WNA) tanpa izin kerja terlibat dalam penambangan liar di Kabupaten Nabire. 

Selain WNA yang mayoritas asal China, Jepang dan Korea Selatan, penambangan emas tersebut diduga melibatkan oknum aparat keamanan dan pejabat di Pemkab Nabire. 

Tidak itu saja, penambangan emas illegal juga terjadi di wilayah Korowai. Penjabat Gubernur Papua Soedarmo pernah menutup tambang tersebut, namun kemudian para penambang membuka tempat di lokasi lain dekat Kabupaten Yahukimo.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Enaldus Supit ketika ditanya tentang dugaan keterlibatan anggota TNI dalam illegal minning dan illega logging mengatakan, tidak ada anggota TNI yang terlibat.

“Tidak ada anggota TNI yang terlibat dalam kegiatan itu,” kata Mayjen Supit dalam pesan singkatnya. (Ant/rum/SP)

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam Lingkungan, Tanah Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: