Sepakat Selesaikan Masalah Secara Adat, Ridah: Atas Nama Pemda Kab. Lanny Jaya Minta Maaf


IMG_0112

Foto Bersama, Perwakilan Pemda Kab Lanny Jaya, Toko Gereja, Mahasiswa Asal Lanny Jaya, dan Mahasiswa Asal Puncak Jaya. (Nuken/MW)

MAJALAHWEKO.COM, JAYAPURA– Akhirnya sepakat, untuk menyelesaikan masalah Bentrokan antara Mahasiswa asal Kabupaten Lanny Jaya dan Mahasiswa asal kabupaten Puncak Jaya secara adat. Penyelesaian masalah secara adat dilakukan di Kantor Polresta Kota Jayapura. Senin, 03/09/2018. 

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Lanny Jaya, Rida Ratna Kogoya, mengatakan “kami sudah sepakat untuk biaya pengobatan dan lain-lain, artinya kami mau selesaikan masalah secara adat di depan Aparat Kepolisian”.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya meminta maaf kepada kedua bela pihak korban dari Mahasiswa asal Puncak Jaya maupun Lanny Jaya, dimana satu orang keroyok dari Mahasiswa Lanny Jaya. Dan orang dapat tembak dari kepolisian.

Kata Ridah “Kami sadar bahwa ade-ade kami dari mahasiswa Lanny Jaya memang salah”.

Untuk biaya pengobatan korban dari Mahasiswa Puncak Jaya Rp 100 juta, sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Dan biaya untuk adminitrasi atau untuk ganti kerusakan di pos Polisi 20 juta.  

Baca juga: Penyelesaian Masalah Mahasiswa Lanny Jaya dan Puncak Jaya akan Diselesaikan Secara Adat

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ridah juga tersinggung dengan tembakan yang dilakukan oleh kepolisian terhadap korban dari Mahasiswa asal Lanny Jaya “Polisi kenapa harus langsung main tembak, Seharus polisi tembak keatas atau kemana, malah tembakannya pada orangnnya.

Ini salah betul. Jika ade saya mati, apa yang terjadi. Walapun itu memang tugas bapak untuk melindungi pihak yang minta tolong, tapi setidaknya, kalau mau tembak jangan pada sasaran ke oranglah. Uyar Ridah.

Sementara itu, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, oleh Kepala Dinas BPMK, Osman Yikwan mengatakan “Jangan main hakim sendiri, jika pelaku atau tersangka sudah ada di dalam polisi, kenapa kita merontak untuk keluarkan, ini kita salah betul.

“Saya pesan untuk kita semua bahwa jangan keluar malam jam sepuluh keatas, banyak kelompok kriminal, dan tabrak lari, setiap organisasi harus memberikan materi Yang benar. Hal ini tidak mungkin terjadi apabila memberikan materi yang benar”. Uyar Osman.

Sementara itu Pihak keluarga korban Mahasiswa dari Puncak Jaya menerima dengan baik, sesuai dengan kesepakat oleh kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah secara adat, dan juga terkait biaya pengobatan kepada korban”.

“Kami sama-sama satu keluarga, jika mau perang boleh saja, saat malam itu juga kami sudah perang adat, angkat Panah, tetapi, kami sadar bahwa kita satu orang Lani. Satu Papua”.

Jadi, jika kedepan ada lagi seperti ini maka, tangkap dia dan Tanya lebih dulu, apakah pelakunya dia atau tidak, jangan hanya main hakim sendiri.

Dengan peristiwa ini, Kita bisah saling kenal antara kita semua. Biar kedepan kita bisah saling menyapa dan jalan sama-sama, berjuang sama-sama demi tanah Papua ini. (Nuken/MW).

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Berita, Lanny Jaya, Mahasiswa Papua
One comment on “Sepakat Selesaikan Masalah Secara Adat, Ridah: Atas Nama Pemda Kab. Lanny Jaya Minta Maaf

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: