Legislator : Atribut Papua Merdeka Tak Hanya di Uncen


b61bec606f1208bdde75994cd95f240a_L

Bintang Kejora Warnai Ospek di Kampus Stikom Muhammadiyah Jayapura

Natan : Tidak Menutup Kemungkinan Hal Itu Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain 

MAJALAHWEKONEWS.COM, JAYAPURA, – Legislator Papua, Natan Pahabol mengatakan, maraknya atribut Papua merdeka di kampus, itu tidak hanya terjadi di Uncen saat Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) dan juga di Stikom Jayapura, beberapa waktu lalu. 

Bahkan menurut, Sekretaris Komisi V DPR Papua ini, tidak menutup kemungkinan hal itu juga, bisa terjadi di kampus lain di Papua dan Papua Barat atau ke depannya akan ada hal yang sama lagi.

“Uncen ini lembaga perguruan tinggi yang ada dibawa kementerian untuk menyiapkan kader. Tapi kalau dalam ospek ada tindakan yang ke luar dari hati anak-anak yang selama ini dilarang misalnya atribut bintang kejora dan yel-yel Papua merdeka, tak hanya Uncen namun di kampus lain,” ujar Natan.

7878abbedec532370cd8a2e5c3a16d01_XL

Natan menegaskan, jika hal ini masalah ideologi dan paham. Kepolisian masuk kampus mengamankannya, tapi itu hanya padamkan asap bukan padamkan api.

“Saya curiga bahwa di beberapa perguruan tinggi juga akan muncul dengan tindakan-tindakan yang sama. Ini mereka anggap bukan melawan negara tapi bentuk ekspresi,” tandas Natan Pahabol.

Dikatakan, selama ini kita hanya bisa padamkan asap, tapi kita lupa tak pernah padamkan api. Dan sumber api itu ada dimana-dimana.

“Ini sebenarnya bukan hal luar biasa, tapi hal biasa karena sudah menjadi ideologi dan tak akan menggangu pembangunan yang ada,” ketusnya.

“Kedua, ini semacam paham atau iman. Paham OAP hanya dua, Yesus akan datang kedua kali dan satunya akan merdeka,” sambungnya.

Politisi Gerindra ini mencontohkan, jika di kampung dan tanya anak kecil dia orang apa, akan dijawab kalau dia orang Papua. Tidak akan dijawab saya orang Indonesia.

“Jangankan di perguruan tinggi, anak SMP besok-besok bisa saja lakukan itu, karena ia menganggap itu hal biasa. Tak berpikir dampaknya. Yang harus dipikir solusinya memadamkan api. Jadi sebaiknya pemerintah buka ruang dan berdialog dengan mereka,” tekannya. (TIARA/Pasific.post)

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Berita, Nasional, Nasionalisme Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: