Mambesak, Group Seni-Budaya Papua, Didirikan pada Tanggal 5 Agustus 1978


mambesak

Mambesak, Group Seni-Budaya Papua, didirikan pada Tanggal 5 Agustus 1978

MAJALAHWEKO, – Mambesak, Group Seni-Budaya Papua, didirikan pada tanggal 5 Agustus 1978 di Lembaga Anthropology Univerditas Cenderawasih. 

Pendiri/Pimpinan Group: 
1. Arnold Clemens Ap, Pimpinan Group
2. Martini Md. Sawaki, Wakil Pimpinan
3. Joel Kafiar, Sekretaris
4. August Tethol, Bendahara.

Kordinator:
1. Sam Kapisa (Musik/Lagu Daerah/Mob)
2. Tonny Wolas Krenak (Tarian Adat/Daerah)
3. Demianus Wariab Kurni (Theatre/Pemenstasan)
4. Berth Tanawani (Publikasi/Dokumentasi)
5. Constantinopel P. Ruhukail (Rekaman/Produksi/Siaran Radio)
6. Marthen L. Rumabar (Distribusi Kaset/Pemasaran).

Penari/Penyanyi:
1. Uslina Monim
2. Sance Wanggai
3. Joke Wanggai
4. Mary Samaduda
5. Maryon Krey
6. Selvi Samber
7. Jul Maniagasi
8. Thilda Letsoin
9. Jan Piet Ap
10. E. Rumansara
11. Danny Mandowen
12. Paul Yaam
13. Willem Kiryar
14. Auleman Rumbewas
15. A. Frits Watofa
16. Andy Kawer
17. Josh Kapisa
18. August Ronsumbre
19. Moses Mangge
20. Sony Werimon
21. Franz Rumbrawer
22. Jul Jembise 
23. Esther Sawaki 
24. Hiskia Hoor
25. Eduard M. Mofu
26. Ham Wambraw
27. Job Rumayau (guest Singer ‘Sup Mowiya’)

Baca juga:

Rekaman Musik Daerah Mambesak di mulai pada akhir bulan Movember 1978, di halaman Museum Lembaga Anthropology Uncen. 
Volume Pertama dikeluarkan pada bulan February 1979, berisi 16 lagu daerah, memperkenalkan lagu: ‘Akai bi pamare’ (Mimika), dan ‘Waniambe’ (Jayapura).

Volume 2/1980 – berisi 16 buah lagu daerah, memperkenalkan lagu ‘Yayun Wambeso’ (Biak) dan ‘Hindang Makhendang’ (Sentani).

Volume 3/1980 (akhir 1980) berisi 10 buah lagu daerah memperkenalkan ‘Porea Gareso’ (Barapasi), dan ‘Hemeng Preka’ (Iha, Fakfak).

Volume 4/1982 berisi 14 buah lagu daerah dengan memperkenalkan ‘Airaro Beseya’ (Wondama) dan ‘Nit pughuluok en’ (Kurima).

Volume ke-5 yang direncanakan untuk direkam pada tahun 1983 tidak terlaksana karena pihak keamanan Pemerintah Republik Indonesia mulai memantau kegiatan nyanyi dan tari Mambesak yang berujung pada penangkapan dan penahanan Arnold Ap dan Eduard MOFU.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Inspirasi, Nasionalisme Papua, Sejarah Papua, Sosial Dan Budaya

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Self Determination For West Papua

%d blogger menyukai ini: