Awas! Akar Persoalan Bangsa West Papua Sedang Dihilangkan  Dengan Berbagai Bentuk Skenario Pemerintah Kolonial Indonesia


Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

Phoro Semintar

Photo: Dr. Ndumma Socratez S.Yoman M.A (Presiden Baptis Papua) ketika kunjungan pelayanan Skaligus Seminar di wilayah Makki. (Nuken/MW)

  1. Pendahuluan

Bagian pendahuluan ini, penulis mencoba mengarahkan dan menuntun para  pembaca artikel ini dengan beberapa pertanyaan. 

1.1.Apakah kejahatan ekonomi dan kejahatan kemanusiaan di Korowai itu terjadi secara kebetulan?

1.2.Apakah kejahatan peredaran minuman beralkohol (miras)  di West Papua terjadi secara kebetulan?

1.3.Apakah wabah gizi buruk di Kabupaten Asmat (2017)  itu secara kebetulan?

1.4.Apakah operasi gabungan TNI/Polri di Kabupaten Nduga (2018)  itu secara kebetulan?

1.5.Apakah Indonesia mengutus Yorrys Reweyai dan dr. Aloysius Giay ke Inggris untuk berceramah itu hanya secara kebetulan?

1.6. Apakah Indonesia mengutus  Dr. Michael Manufandu, Nick Messet, Franz Albert Joku ke New Zealand (Juli 2018) dalam Sorotan Topik: Papua Today: Focussing on Special Autonomy adalah secara kebetulan?

Baca juga:

2.7. Apakah Kodam XVII Cenderawasih ditugaskan Negara untuk bagi-bagi Alkitab di Gereja-gereja, selenggarakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan menjadi pelatih guru-guru Sekolah Minggu?

2.8. Apakah rencana demo memprotes Freeport & Miras itu secara kebetulan?.

Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab dengan tulus, jujur.

Dalam hidup ini, kita perlu hidup dengan benar di hadapan Tuhan dan juga di tengah-tengah sesama kita. Kita tidak boleh & tidak bisa hidup dengan memanipulatif.  Gereja & Tuhan tidak bisa dimanipulasi dengan kepentingan NKRI yang duniawi.

Menurut penulis, semuanya ini adalah skenario negara & pemerintah kolonial Indonesia secara sistematis & terstruktur untuk menghilangkan  akar masalah  bangsa West Papua.

Ini pengalihan & disinformasi yang dikembangkan penguasa Indonesia yang sedang menduduki & menjajah  bangsa West Papua. Karena para kolonial selalu menciptakan ruang-ruang yang menjebak & menundukkan para penduduk yang dijajah dan ditindas.
[5/8 15:05] Dr Socratez Yoman: 2. Akar Masalah bangsa West Papua

2.1. Pendudukan Indonesia di West Papua ilegal karena pepera 1969 dimenangkan oleh ABRI (sekarang: TNI).  

Sintong Panjaitan dalam bukunya: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando,  mengatakan: ” Kalau Pepera 1969 gagal, kegagalan itu terletak di pundak saya….:”(2009:169).

Lebih jauh ia mengatakan: “Seadainya kami (TNI) tidak melakukan operasi-operasi Tempur, Teritorial dan Wibawa sebelum dan sesudah Pepera 1969, pelaksanaan Pepera di Irian Barat dapat dimenangkan oleh kelompok Papua Merdeka.”

Duta Besar Gabon pada saat Sidang Umum PBB pada 1969 mempertanyakan pada pertanyaan nomor 6: “Mengapa tidak ada perwakilan rahasia, tetapi musyawarah terbuka yang dihadiri pemerintah dan militer?”  (Sumber: United Nations Official Records: 1812th Plenary Meeting of the UN GA, agenda item 108, 20 November 1969, paragraf 11, hal.2).

“Pada 14 Juli 1969, PEPERA dimulai dengan 175 Anggota Dewan Musyawarah untuk Merauke. Dalam kesempatan itu kelompok besar tentara Indonesia hadir…”  (Sumber: Laporan Resmi PBB Annex 1, paragraf 189-200).

Surat pimpinan militer berbunyi: ” Mempergiatkan segala aktivitas di masing-masing bidang dengan mempergunakan semua kekuatan material dan personil yang organik maupun B/P-kan baik dari AD maupun dari lain angkatan. Berpegang teguh pada pedoman. Referendum di Irian Barat (IRBA) tahun 1969 HARUS DIMENANGKAN, HARUS DIMENANGKAN…”

(Sumber: Surat Telegram Resmi Kol. Inf.Soepomo, Komando Daerah Daerah Militer Tjenderawasih Nomor: TR-20/PS/PSAD/196, tertanggal 20-2-1967, berdasarkan Radiogram MEN/PANGAD No.: TR-228/1967 TBT tertanggal 7-2-1967, perihal: Menghadapi referendum di IRBA tahun 1969).

Amiruddin al Rahab membenarkan: “Papua berintegrasi dengan Indonesia dengan punggungnya pemerintahan militer” (Sumber: Heboh Papua Perang Rahasia, Trauma Dan Separatisme, 2010, hal. 42).

Intinya PEPERA 1969 dimenangkan oleh Militer Indonesia dengan cara-cara kejam, pembunuhan, pengkapan, intimidasi dan teror.
[5/8 15:05] Dr Socratez Yoman: 2.2. Rakyat dan bangsa West Papua tidak pernah memilih tinggal dengan Indonesia.

Fakta sejarah membuktikan bahwa sesungguhnya mayoritas 95% rakyat West Papua memilih merdeka dan berdiri sebagai sebuah bangsa yang berdaulat penuh. Seperti diakui pemerintah Amerika Serikat.

“…bahwa 95% orang-orang Papua mendukung gerakan kemerdekaan Papua.”

(Sumber: Pertemuan Rahasia Duta Besar Amerika Serikat utk Indonesia dengan Anggota Tim PBB, Fernando Ortiz Sanz, pada Juni 1969: Summary of Jack W. Lydman’s report, July 18, 1969, in NAA).

Sedangkan Duta Besar RI, Sudjarwo Tjondronegoro mengakui:

“Banyak orang Papua kemungkinan tidak setuju tinggal dengan Indonesia.” (Sumber: UNGA Official Records MM.ex 1, paragraf 126).

Dr. Fernando Ortiz Sanz melaporkan kepada Sidang Umum PBB pada 1969:

“Mayoritas orang Papua menunjukkan berkeinginan untuk berpisah dengan Indonesia dan mendukung pikiran mendirikan Negara Papua Merdeka.”  (Sumber: UN Doc. Annex I, A/7723, paragraph 243, p.47).

Piter Siradan mengakui: ” Kami orang Indonesia benar-benar menipu orang-orang Papua yang mau berkata benar pada waktu itu. Kami benar-benar menindas orang Papua. Kami benar-benar merugikan masa depan orang Papua. Kami benar-benar tidak menghargai hati nurani orang Papua yang mau merdeka. Saya mengetahui bahwa 100% orang Papua mau merdeka. Impian dan harapan mereka kami hancurkan. Pada waktu itu,  saya mendapat hadiah Rp 7.000.000 (tujuh juta) dari pemerintah RI karena saya dianggap berhasil menipu orang Papua dan memenangkan Pepera 1969…” (Wawancara penulis: awal Desember 2009).

2.3. Pelanggaran berat HAM yang dilakukan Negara selama 57 tahun. Terjadi proses permusnahan etnis Melanesia di West Papua dilakukamln Negara sebagai kejahatan dan tragedi kemanusiaan. Presiden RI Ir.Joko Widodo belum tepati janji untuk penuntasan kasus penembakan 4 siswa yang dilakukan TNI di Pania pada 8 Desember 2014.

Pelanggaran berat HAM tidak ada hubungan & tidak digadaikan dengan pembangunan/kesejahteraan. [5/8 15:05] Dr Socratez Yoman:

3. Kesimpulan

Barangkali pemerintah dan TNI/Polri bisa rekayasa pada tahun 1969 untuk memenangkan pepera 1969 dengan otot dan moncong senjata. Tetapi, untuk era modernisasi dan teknologi dewasa ini tidak ada yang tertutup. Ruang dan kesempatan untuk manipulasi,  tipu-tipu & rekayasa itu sudah berlalu dan lenyap.  Itu cara-cara usang, gaya orang-orang primitif dalam berpikir dan bertindak.

Yang jelas dan pasti: Akar persoalan West Papua tidak rahasia umum.

3.1. Status politik West Papua dalam Indonesia belum final. Karena itu, rakyat dan bangsa West Papua telah berjuang dengan cara-cara cerdas, elegan, bermartabat dan manusiawi dengan membentuk payung politik resmi mereka, yaitu: United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

3.2. Pelanggaran berat HAM yang merupakan kejahatan Negara selama 57 tahun yang telah menjadi sejarah dan noda hitam bagi Indonesia dimata dunia yang beradab dan manusiawi.

3.3. Ada ganjalan lain yang dipertanyakan komunitas Internasional bahwa mengapa pemerintah Indonesia melarang wartawan asing berkunjung ke West Papua? Apa yang Indonesia sembunyikan di West Papua?

Terima kasih.

Penulis: Presiden Baptis Papua oleh: Dr. Ndumma Socratez S.Yoman M.A

Ita Wakhu Purom, Minggu, 5 Agustus 2018; 14:57PM.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Artikel, Berita, Suara Baptis, Suara Gereja, West Papua
One comment on “Awas! Akar Persoalan Bangsa West Papua Sedang Dihilangkan  Dengan Berbagai Bentuk Skenario Pemerintah Kolonial Indonesia
  1. […] Awas! Akar Persoalan Bangsa West Papua Sedang Dihilangkan  Dengan Berbagai Bentuk Skenario Pemerint… […]

    Suka

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: