Enyalah, Iblis


Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

IMG_20180728_150135_427

Photo: Presiden Baptis Papua di acara Kongres PGBP yang ke 18. Di Wamena 13/12/2017.

1. Pendahuluan

Kekita kita berbicara fakta, dan kebenaran sejarah, kita disebut provokator dan penghasut. Ketika kita berbicara tentang tanah leluhur kita yang diduduki dan dirampok, kita disebut provokator dan penghasut. Ketika kita bersuara tentang penderitaan rakyat dan bangsa kita yang ditindas dan dijajah, kita disebut provokator dan penghasut. Ketika kita membela martabat dan kehormatan bangsa kita, kita dituduh provokator dan penghasut. Ketika kita bersuara untuk yang tak bersuara bagi umat Tuhan, kita disebut provokator. 

2. Iblis Lebih pandai menggunakan ayat-ayat Firman TUHAN.

Rasul Matius memberikan informasi tentang Iblis yang merekayasa ayat Firman Allah untuk menjatuhkan Yesus. Iblis juga meminta Yesus menyembah Iblis dengan angkuh dan sombongnya. Iblis menganggap, Ia segala-galanya.

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jikalau Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Kemudian Iblis membawa-Nya ke kita Suci dan menempatkan Dia di bumbungan Bait Allah. Lalu berkata kepada-Nya: “Jikalau Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: “Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Baca juga:

Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Lalu Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya dan berkata kepada-Nya:

“Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:3-10).
[4/8 06:44] Dr Socratez Yoman: 3. Rakyat & bangsa West Papua dipaksa menyembah Pancasila, UUD45 & NKRI

Para pembaca, terutama bagi warga Kristen membaca, mendengar dan beriman tentang Firman Tuhan, Yesus dicobai dan dipaksa untuk menyembah Iblis. Hampir sama, tapi di era yang berbeda Iblis mencobai Yesus, sedangkan di era sekarang dan selama ini rakyat dan bangsa West Papua dipaksa menyembah pada Pancasila, UUD45 & NKRI yang tidak pernah ada di Tanah leluhur kami.

Pemaksaan ini dilihat juga melalui pepera 1969, Duta Besar pemerintah Ghana, Mr. Akwei mempertanyakan dalam Sidang Umum PBB:

“…yang dilaporkan oleh perwakilan pemilihan bebas adalah fenomena asing dimana Menteri Dalam Negeri Indonesia naik di mimbar dan benar-benar kampanye. Dia, Menteri Dalam Negeri Indonesia meminta anggota-anggota dewan musyawarah untuk menentukan masa depan mereka dengan mengajak bahwa mereka satu ideologi, Pancasila, satu bendera, satu pemerintah, satu Negara dari Sabang sampai Merauke…” (Sumber: Laporan PBB, 19 November 1969, paragraf 28, hal. 42).

Setelah dipaksakan tinggal dalam Indonesia dan dijanjikan kosong kepada perserta pepera 1969 oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia.

“…Pemerintah Indonesia berkeinginan dan mampu melindungi untuk kesejahteraan rakyat Irian Barat; oleh karena itu, tidak ada pilihan lain, tetapi tinggal dengan Republik Indonesia.” (Sumber: United Nations Doc. A/7723,Annex 1, paragraph 251, p. 70).

Keadaan rakyat dan bangsa West Papua sangat paradoks dengan apa yang dijanjikan oleh pemerintah Indonesia.

“Pemerintah Indonesia berkeinginan dan mampu melindungi untuk kesejahteraan rakyat Irian Barat…” TETAPI, sayang, kenyataan dimata kita hari ini, Indonesia membantai rakyat West Papua dan menuju pada PEMUSNAHAN penduduk Asli Melanesia. Pemerintah Indonesia membuat rakyat dan bangsa West Papua tidak punya masa depan.

4. Kesimpulan

“Enyahlah, Iblis, dari Negeri dan Tanah Leluhur kami. Kami bisa hidup damai dan terhormat TANPA Indonesia

Waaa

IWP,482018;06:37AM

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Berita, Opini, Suara Baptis, Suara Gereja, Tanah Papua, West Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: