Nduga Bergejolak Lagi


Oleh: Paskalis Kosay, S.Pd (Mantan Anggota DPR RI dari Partai Golkar) Perwakilan Papua
Arjuna-Jubi-Paskalis-Kossay-1

Paskalis Kosay

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Dua belas tahun lalu ( 1996 ) bumi Ndugama di bumi hanguskan oleh operasi militer Indonesia dibawah komando Prabowo Subianto Danjen Kopassus saat itu. Operasi bumi hangus tersebut dilakukan dalam rangka pengejaran aktor penyanderaan aktivis lingkungan taman Lorenz dibawah pimpinan Kelly Khalik yang menyandra warga negara asing peneliti lingkungan. 

Dalam operasi bumi hangus ini menimbulkan banyak kerugian materil maupun non materil yang dialami masyarakat Nduga. Nyawa dan harta benda rakyat dikorbankan. Gereja dan kampung penduduk lokal dibakar. Anggota masyarakat ditangkap dan disiksa , ditembak mati, bahkan disiksa hingga menjadi lumpuh seumur hidup.

Sebuah trauma hidup berkepanjangan yang dialami masyarakat Nduga sampai hari ini. Generasi Nduga tidak pernah melupakan peristiwa traumatik itu sampai detik ini. Peristiwa memilukan itu terus membayangi dalam kehidupan rakyat Nduga.

Kini mulai muncul lagi konflik bersenjata antara aparat negara dengan kelompok sipil bersenjata yang terindikasi kuat kelompok OPM. Peristiwa tersebut meletus sejak H-2 pencoblosan pemilihan gubernur papua pada 25 Juni 2018 yang menewaskan sekitar 7 orang warga sipil , aparat polri dan penembakan terhadap pesawat twin trigana air service beserta pilotnya.

Peristiwa tersebut memaksa untuk ditunda pelaksanaan pilkada gubernur dari jadwal yang seharusnya dilaksanakan serentak pada 27 Juni 2018. Dampak dari peristiwa tersebut kondisi keamanan di kabupaten Nduga semakin mencekam , tidak kondusif bagi kehidupan sehari – hari masyarakat umum. Dikabarkan masyarakat lokal mulai mengungsi meninggalkan kampung halaman lari ke hutan .

Pengungsian masyarakat lokal bukan tanpa alasan. Selain kondisi keamanan saat ini semakin mencekam , dibayangi pula oleh memori traumatik masa lalu yang di bumi hanguskan kehidupan bumi Ndugama oleh keganasan operasi militer 12 tahun lalu. Pengalaman buruk itu akan dialami kembali ketika digelar operasi keamanan yang dilakukan aparat keamanan saat ini.

Tidak pernah ada standar operasi keamanan yang dipatuhi dilapangan ketika pihak eksekutor melakukan perintah operasi keamanan. Yang sering dihadapi dilapangan justru operasi sapu bersih. Semua milik rakyat baik manusianya maupun harta benda disapu bersih. Tindakan ini adalah fakta bukan opini . 

Kadang tindakan fakta tersebut dimanipulasi menjadi opini Seolah olah pelaksanaan operasi dilapangan sesuai standart. Namun faktanya jauh melenceng dari standart operasional keamanan.

Hal ini membuat semua pihak, terutama pihak aktivis kemanusiaan, pihak gereja selalu menyuarakan keras kepada pihak aparat negara agar brrhati-hati mengedepankan operasi keamanan sesuai standart yang berlaku. Hindari praktek operasi sapu bersih yang mengorbankan nyawa warga yang tidak bersalah. Suara – suara tersebut terus didengungkan keruang publik sebagai kontrol dan pengawasan tidak langsung terhadap pelaksanaan operasi keamanan dilapangan.

Dengan ungkapan suara diruang publik, sekiranya para petinggi TNI dan Polri bisa mengevaluasi pelaksanaan operasi keamanan dilapangan. Tidak terus bertahan untuk membumihanguskan keberadaan rakyat lokal yang adalah warga negara Indonesia dimana hak hidup mereka dijamin penuh oleh Konstitusi Negara. Karena itu harap operasi keamanan di Nduga saat ini tidak terulang seperti operasi militer pada 12 tahun lalu.

Mari kita gelorakan semangat Papua tanah damai. #seve ndugama#.

Sumber: WA Group Spirit of Papua

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Indonesia, Kekerasan, Nasional, Orang Asli Papua, Papua Merdeka, Pelangaran Ham, Peristiwa, Tanah Papua, TNI dan Polri, TPN/OPM, West Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: