Kami Lebih Terluka dan Sakit Selama 57 Tahun Dalam Koloni Indonesia


IMG_8798 (1)

Photo: Dr.Sofyan Yoman di tenggah Umat Baptis Papua

MAJALAHWEKO,  JAYAPURA – Mengapa bp Gembala angkat topik ini? Tadi pagi ada yang kirim berita lewat WA dengan bunyi pesan seperti ini:

“pak Socratez jangan terlalu kritis, tegas dan keras kepada Indonesia. Karena, pemerintah, rakyat Indonesia,  anggota TNI dan Polri sakit hati membaca setiap komentar-komentar tajam dan terkesan keras dari pak Yoman.” 

Saya sebagai seorang Gembala umat melihat dan mengalami dan merasakan secara langsung di West Papua ini, yang lebih terluka dan disakiti hati dan belum disembuhkan adalah rakyat dan bangsa saya.

Apakah menembak mati umat Tuhan, merusak ciptaan dan gambar Allah atas nama keamanan nasional dan kepentingan NKRI itu dibenarkan secara iman dan moral dan etika?

Apakah kami rakyat dan bangsa West Papua tidak punya hak untuk membela hak hidup, martabat dan kemanusiaan dan masa depan di atas tanah leluhur kami sendiri?

Pemerintah, rakyat Indonesia dan TNI/Polri kalau sakit hati karena pembelaan kemanusiaan kami itu, Anda 100% sangat salah. Andalah yang harus sadar dan malu dan minta maaf kepada rakyat dan bangsa West Papua. Indonesia sudah melukai hati kami dengan membantai kami seperti hewan dan binatang.

Maaf, kami lebih terluka dan sakit karena ribuan rakyat dan bangsa West Papua dibantai dengan moncong senjata alat negara.

Dalam keadaan seperti itu, kami sebagai manusia menginjinkan saudara-saudara Indonesia datang dan tinggal dan perbaiki kelangsungan hidup di atas Tanah leluhur kami. Kami tidak pernah marah & mengusir Anda.

Sekarang sudah saatnya, kami bangkit dan membela harga diri, kehormatan, hak hidup, dan martabat kemanusiaan kami.

Pada saatnya West Papua merdeka dan berdiri sendiri, saudara-saudara pendatang, Indonesia hampir 3 jutaan lebih, JANGAN TAKUT. Anda Saudara kami & bagian dari bangsa ini. Kami hanya melawan kejahatan

“KAMI SUDAH SEKOLAH.”

Penulis: (Gembala Dr. Socratez S.Yoman). Ita Wakhu Purom, Selasa, 10 Juli 2018;09:34.

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Berita, Indonesia, Opini, Suara Baptis, Suara Gereja, West Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: