Komentar Dubes Inggris di Twitter Dinilai Lecehkan Orang Papua


71fe28517e8cdda298c40832f33dce25_L

Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long

MAJALAHWEKO, JAYAPURA – Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long menilai, komentar Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik soal “Sopir Rental” dalam twitternya pada Minggu (19/11/17) sangat melecehkan orang Papua.

Bahkan legislator Papua ini mengaku sangat keberatan dengan komentar Moazzam Malik saat bertandang ke Papua yang mengatakan, “Selama perjalanan ke Papua kami menyewa 12 mobil, tapi tidak ada satu pun sopirnya yang asli Papua, bahkan semua pendatang. Apakah juga mereka berhak mendapatkan pekerjaan?

Sehingga Politisi Partai Golkar ini menegaskan jika dirinya tidak sependapat dengan komentar Dubes Inggris Moazzam Malik itu.
“Dubes Inggris ini keliru, justru sekarang ini orang asli Papua itu, dia sudah harus jadi tuan di dalam mobil itu, bukan lagi dia jadi supir,” tegas Tan Wie Long, Senin (27/11/17).

Menurut, Tan Wie Along, mestinya Dubes Inggris yang baru-baru ini bertandang ke Papua, harus banyak melihat kondisi di Papua, sehingga tidak mengeluarkan komentar sembarangan seperti itu.

“Jangan hanya sifatnya tentatif tapi harus betul-betul dia lihat dari lubuk hati yang dalam, dari hal-hal yang sifatnya menyentuh kepada masyarakat asli Papua, “ ujarnya.

Along kembali menegaskan, jika sekarang ini, jaman ini bukan lagi orang Papua yang jadi supir, justru orang Papua harus jadi tuan di dalam mobil itu.
Menurutnya, hal itu yang harus diketahui oleh para Dubes negara sahabat yang ada di Jakarta.

“Dan sangat keliru kalau seorang Dubes Inggris datang sampai di Papua dan kaget melihat sopir-sopir rental itu tidak ada orang Papua. Untuk apalagi mau jadi sopir rental? Jika dia beranggapan seperti itu, dia salah dan sudah keliru, “ ketus Along.

Along menandaskan, Dubes Inggris ini dia harus ingat, bahwa sekarang ini, orang Papua, apa yang dia tidak bisa.

“Orang Papua semua sudah bisa. Mau jadi sopir bikin apa? Itu justru melecehkan. Orang Papua hari ini justru sudah banyak yang jadi pejabat,” tandasnya.

Bahkan, ia menilai jika Orang Papua tidak lagi menjadi sopir mobil rental, lantaran sekarang sudah banyak yang berhasil dan menduduki jabatan strategis, sehingga ia menjadi tuan di dalam mobil iu.

“Sopir mobil itu apa, kalau tahun 70-an boleh. Ini sudah jaman now. Jadi ini yang sebenarnya harus betul-betul diketahui oleh para dubes-dubes yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Menurut Along, kalau saat ini ada peningkatan yang sudah cukup dan sangat signifikan tentang sumber daya-sumber daya manusia Papua.

“Bahkan, tinggal lepas landas aja. Papua bangkit, mandiri dan sejahtera. Sejahteranya ini yang sekarang nanti setelah jilid II. Pak Lukas Jilid II, “ tukasnya.

Along menambahkan, jika sejahteranya itu sudah diambang pintu, jadi jangan lagi kita bicara tentang sopir.

“Aduh kecil itu. Saya dengar di radio, saya sangat tersinggung berat ini, kenapa seorang Dubes Inggris masih harus bilang sopir rental,” ketus Tan Wie Long. (TIARA)

Sumber: https://www.pasificpos.com

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Berita, Nasional, Tanah Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: