Pejabat Pemprov ‘buka baju’ di halaman kantor DPR Deiyai


FB_IMG_1503274898153-1-1

Papua merdeka. Ilst

MAJALAHWEKO, DEIYAI–Dihadapan ratusan masyarakat dan anggota DPR Deiyai, pejabat pemerintah provinsi Papua, dr. Anton Mote melakukan aksi ‘buka baju’ sebagai bentuk dukungan untuk mengusir PT Putra Dewa Paniai dan Brimob dari daerah itu.

“Saya sebagai dokter pribadi gubernur Papua, saya ‘buka baju’ dan lepaskan jabatan saya,” tegas dr. Anton Mote, Senin (21/8/2017), di halaman DPR yang disaksikan ratusan warga Deiyai, dan dilaporkan Philemon Keiya, wartawan lokal.

Kata dr. Anton, tragedi 1 Agustus di kampung Oneibo sangat tragis, pasalnya di saat seluruh masyarakat Indonesia sedang menyiapkan perayaan hari kemerdekaannya yang ke 72, justru terjadi pertumpahan darah dan air mata bagi rakyat Deiyai karena alat negara.

“Sebagai intelektual dan anak asli Deiyai, kami sangat sayangkan hal itu,” katanya.

Ia menjelaskan, usai terjadi penembakan, tanggal 2 Agustus lalu, dirinya berada di kabupaten Nabire.

“Saya temui korban yang dirujuk dari Deiyai ke Nabire sebanyak empat orang. Mereka (korban luka berat) berjejer. Tubuh mereka penuh luka dan ditembus peluru,” jelasnya.

Brimob dan PT PDP

Dr. Anton, sebagaimana tuntutan masyarakat dan keluarga korban, ia mendesak Brimob dan PT Putra Dewa Paniai keluar dari daerah tersebut.

“PT Putra Dewa Paniai harus mengoreksi diri dan hari ini harus angkat kaki dari tanah Deiyai. Mulai hari ini jangan beroperasi di wilayah ini (Deiyai) dan dari seluruh tanah Papua,” tegas dia.

Kepala kampung Oneibo, Melianus Pakage mengatakan dirinya siap kembalikan (lambang) garuda. “Saya berdiri dengan pakaian garuda. Namun, Brimob tembak rentetan bunuh anak-anak saya dibelakang saya,” kenangnya.

Kata dia, dirinya ada di kampung sebagai pemerintahan terkecil. Pada saat kejadian itu, ia mengaku dirinya tidak pernah dihargai oleh aparat keamanan.

“Apakah saya pimpin rumput-rumput di kampung karena rakyat saya ditembak mati semua? Kalau begitu, hari ini saya siap kembalikan garuda karena saya tidak dihargai sebagai pemerintah terkecil dari negara ini,” ucapnya.

Sumber: tabloidjubi.com

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Berita, Berita Papua, Ham, Nasional, Pelangaran Ham, Peristiwa, Polhukham, Tanah Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: