Aliran listrik di Asrama Kamasan III Surabaya Menghentikan, Akibat Pemprov Papua Belum Membayar Tunggakan PLN


DSC08426

Pintu gerbang Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III Surabaya (Photo; Ist)

MAJALAHWEKO, SURABAYA – Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III Surabaya. Sudah berselang satu minggu dan lampu Asrama Kamasan III Papua belum menyala juga, karena di kunci dengan kode limit oleh pihak PLN Surabaya. Selasa 14/03/17) siang.

Ketua Asrama Mahasiswa Papua Alo Wandikbo ketika ditemui media ini mengatakan, lampu kita sudah dimatikan sejak kemarin selasa siang, karena pihak Pemprov belum membayar tunggakan listrik asrama selama tiga.

Pihak PLN secara jelas sudah memberikan nota pembayaran yang belum bayar selama tiga bulan sebagai bukti saya sudah terima,”kata Alo

Ia menambahkan, asrama Mahasiswa Papua yang letaknya di Jl. Kalasan No. 10, kondisi sudah sangat memprihatinkan, sejak di renovasi atau rehap  ulang bukannya makin baik namun tambah parah.

Dikatakan, sebelumnya juga di  rehap ulang yang pada tahun 2013 oleh Pemerintah Provinsi Papua yang ditangani oleh kontraktor. Namun sangat disayangkan kontrakan tersebut pekerjaannya sangat tidak sesuai harapan dan terkesan sangat tidak bertanggungjawab karena sebagian dari bangunan itu tidak dikerjakan total sehingga kini bangunan tersebut sudah banyak yang terbongkar karena lapuk dll, sehingga sebagian kamarpun tidak bisa digunakan lagi saat ini.

Kami sudah ajukan proposal ke Pemerintah Provinsi Papua dengan dilampirkan foto-foto kondisi asrama secara jelas dan lengkap namun belum ada tanggapan positif dari Pemprov sehingga kami minta agar pihak Pemerintah Provinsi Papua segera memberikan informasi yang pasti atas kondisi asrama ini. 

“Asrama Papua sebagai aset Pemerintah Provinsi Papua namun melihat kondisi asrama yang sangat memperihatinkan dan tidak ada perhatian serius dari Pemprov sangat disesalkan oleh Mahasiswa Papua ,” tegas Wandikbo.

“Sudah genap satu minggu Mahasiswa Papua yang berdomisili/menghuni di Asrama Papua Surabaya, tinggal dalam kondisi kegelapan (mati lampu), sehingga sangat kawalahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari seperti halnya Mandi,Masak,Minum serta kegiatan belajar sehingga diminta dengan tegas, agar “pemerintah provinsi Papua segerah agar listriknya dinyalakan,”tutupnya. (Melqy)

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Berita, Mahasiswa Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: