10 Potret Perayaan Festival Penis Baja di Jepang. Bukan Mesum Saja, Tapi Filosofinya Cukup Dalam


hipwee-slide_344534_3590998_free

Di Jepang yang cenderung konservatif secara nilai, justru isu sensitif ini bisa diterima di acara-acara seperti ini.

MAJALAHWEKO – Bukan hal yang aneh lagi jika ada festival nyeleneh’ di Jepang. Sudah rahasia umum juga kalau Jepang tampaknya senang dengan hal-hal yang berbau seksual. Nah bagaimana jika kedua tema besar itu digabung? Yup. Ada lho festival atau perayaan khusus penis di Jepang. Bukan cuma satu, ada beberapa malah. Bukan diadakan anak muda kekinian yang pengen gaya-gayaan saja, festival penis memang memiliki landasan budaya dari kepercayaan Shinto yang dianut sebagian besar orang Jepang.

Ada‘Kanamara Matsuri‘ yang secara harfiah berarti perayaan penis baja. Festival ini diadakan pada hari Minggu pertama di bulan April tiap tahunnya. Ada juga festival penis yang baru saja berlangsung selama minggu kedua bulan Maret ini, yaitu ‘Hodare Matsuri‘. Disamping kota dan kuilnya yang berbeda, dua festival ini juga memiliki ‘mikoshi‘ atau patung arak-arakan yang berbeda pula. Jika penis di Kanamara Matsuri berwarna hitam dan pink, di Hodare Matsuri penisnya kayu kecoklatan. Tapi kedua festival kurang lebih memiliki tujuan yang sama yakni memohon kesehatan, kemakmuran, kesuburan, dan tentunya kebahagiaan pada dewa.

Terlepas dari mereka yang memang ingin berdoa, festival ini berkembang jadi tujuan wisata yang sangat populer bagi turis lokal maupun mancanegara. Ya bagaimana tidak?! Selain mengarak patung penis ke seluruh kota, terdapat berderet-deret suvenir, permen, dan jajanan lainnya yang dibentuk khusus menyerupai penis. Hipwee News & Feature punya ulasan khususnya buat kamu.

1. Asal muasal perayaan ini memang simpang siur. Dari cerita rakyat tentang dewi yang terluka saat melahirkan sampai mitos akan perempuan yang vaginanya dikuasai iblis.

hipwee-4-35-750x486

Makanya simbol perayaannya penis baja

2. Kalau dari sisi sejarah beneran, festival ini diadakan untuk memohon perlindungan bagi para pelacur dari segala penyakit kelamin.

hipwee-hodare-matsuri-750x499

Festival ini mulai populer di zaman Edo. Kota Kawasaki yang sekarang jadi tempat festival, dulunya hot spot pelacuran

3. Meski sekilas tampak mesum, festival ini sebenarnya memiliki makna yang penting. Terutama di Jepang yang tiap tahun angka kelahiran menurun, warganya harus lebih subur.

hipwee-8-10-750x500

Doanya sebenarnya penting

4. Namun seiring melejitnya popularitas festival ini di kalangan umum, makna filosofisnya tampak terkikis. Para turis tampaknya hanya heboh karena tema festival yang unik dan tabu.

hipwee-3-33-750x500

Pasti penuh sesak sampai tidak konsen kali ya memanjatkan doanya

5. Makanya festival ini seakan-akan dilahirkan kembali sebagai budaya pop yang trendi. Di mana penjual kaki lima bermunculan menjual segala hal berbentuk penis.

hipwee-11-6-750x500

Bisnis seperti ini memenuhi jalanan festival

6. Dibanding mendalami makna festival ini yang sesunggunya, tampaknya cinderamata unik justru jadi daya tarik utama. Terutama bagi kalangan muda.

hipwee-slide_344534_3591002_free-750x500

Permen sampai mainan semua berbentuk penis

7. Tak hanya turis lokal saja, turis manca negara tampaknya jauh lebih antusias dan penasaran terhadap perayaan ini.

hipwee-5702836c1500002a000b3f12

Daya tariknya global

8. Tentunya disamping menjawab rasa penasaran akan festival aneh ini, para pengunjung wajib berfoto ria dengan suvenir-suvenir unik yang dijual sepanjang jalan.

hipwee-slide_344534_3590996_free-750x499

Jadi ramai di media sosial

9. Tapi modernisasi juga membawa pelebaran makna dalam festival ini. ‘Mikoshi‘ pink bernama Elizabeth sekarang ikut diarak untuk meningkatkan awareness terhadap isu LGBT.

hipwee-5-35-750x422

Di Jepang yang cenderung konservatif secara nilai, justru isu sensitif ini bisa diterima di acara-acara seperti ini

10. Yang lebih patut diacungi jempol adalah fakta bahwa uang donasi yang dikumpulkan akan disumbangkan kepada yayasan HIV/AIDS.

hipwee-12-1-750x500

Tujuannya untuk membantu penderita HIV?AIDS

Festival yang sekilas tampak seperti pemujaan fetish seksual Jepang lainnya, ternyata punya makna dan tujuan yang cukup dalam ya. Meski mungkin generasi muda Jepang maupun turis manca negara sekarang lebih tertarik berkunjung karena suvenirnya lucu dan aneh, tidak ada salahnya memahami makna filosif dibalik festival penis ini.

Terlebih lagi bagi generasi Jepang selanjutnya, harus rajin-rajin berdoa tuh biar subur dan dikaruniai anak banyak kalau nggak mau bangsanya mundur dan terus menua.

Sumber: hipwee.com

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Aneh Dan Unik, Berita, Budaya, Dunia, Gaya Hidup

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: