Polwan Bingung Setop Pengendara Saat Operasi Simpatik, Berapa Pelanggarannya ya Guys?


pengendara-sepeda-motor-bebek-ketika-dihentikan-oleh-seorang-polwan_20170307_132006

Pengendara sepeda motor bebek ketika dihentikan oleh seorang Polwan

MAJALAHWEKO – Beginilah momen unik saat terjadi operasi simpatik yang digelar serentak oleh pihak kepolisian di seluruh Indonesia, operasi ini tidak terkecuali dilakukan di Papua.

Seperti yang diperlihatkan dalam foto yang beredar luas dalam grup media sosial, terlihat tiga orang Papua sedang mengendarai sepeda motor jenis bebek.

Tampak seperti di dalam foto mereka menaiki motor Yamaha jenis Jupiter MX sedang dihentikan oleh seorang Polwan. 

Ketiga orang Papua tersebut mengendarai motor tanpa mengenakan sehelai pakaian pun dan hanya memakai koteka. Well, maaf untuk bagian sensitif harus di-blur ya guys. Mereka juga membawa busur, panah hingga tombak seakan hendak berperang aja.

Guys di Papua pemandangan seperti ini memang terlihat biasa, namun tidak dengan warga Indonesia yang tinggal di bagian Barat dan Tengah. Menariknya mereka hanya pengemudi motor saja yang pakai helm, sementara dua penumpang tidak mengenakan perlengkapan berkendara.

Dalam peraturan pun tidak diperkenankan sepeda motor dikendarai hingga tiga orang, inilah yang mungkin jadi penyebab hingga Polwan memberhentikan pengendara ini. Barangkalai Polwan ini bingung, berapa banyak pelanggarannya ya guys?

Jika dipikir-pikir apakah mereka membawa surat-surat kendaraan apa tidak ya? Mengingat hanya sebuah kantong tas yang dibawa oleh pengemudi. Kalau berkendara seperti ini safety riding apa tidak ya guys?

Operasi Simpatik 2017 sendiri digelar Kepolisian RI secara serentak di Indonesia selama 21 hari hingga Selasa (21/3/2017).

Selama Operasi Simpatik berlangsung diadakan beberapa kegiatan, edukasi cara aman berangkat ke sekolah, hingga program safety riding yang memberikan imbauan kepada masyarakat bagaimana cara berkendara sesuai dengan prosedur keselamatan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul meyakini Operasi Simpatik mampu mengedukasi masyarakat mengenai larangan-larangan berlalu lintas

Martinus mengatakan, selama pelanggaran tersebut dianggap tidak fatal yang mengancam jiwa seseorang oleh petugas, maka hanya peringatan lisan ataupun tertulis yang diberikan.

Menurut dia, operasi ini tidak lantas digampangkan karena adanya kelonggaran yang diberikan polisi.

“Enggaklah, masyarakat kita itu cerdas-cerdas. Kita hanya menstimulasi supaya lebih tertib,” ujar Martinus seperti yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (3/3/2017).

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Aneh Dan Unik, Berita, Nasional

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: