Apakah Anda Yakin Orang Papua itu Berkulit Hitam?


pexels-photo

Sumber: Pexels.com

MAJALAHWEKO – Dalam menyebut warnah kulit di indonesia. Orang akan mengidentikan orang Papua dengan kulit hitam. Orang di luar Papua dengan kulit putih. Padahal, warna hitam itu warna dasar yang serupa dengan warna arang atau memperlihatkan warna yang serupa dengan arang. Sedangkan warnah putih itu seperti warna dasar yang serupa dengan warna kapas. Jika mengacu pada warnah kulit rata-rata orang Indonesia (non Papua), maka berkulit kuning (mongoloid), tapi dalam pengunaannya diidentikan dengan berkulit putih.

Selain itu, air minum yang berwarna bening, banyak orang menyebutnya dengan air putih. Padahal air putih itu bentuknya seperti air susu atau santan. Hal semacam itu sudah di terima secara luas sehingga kita pun kadang mengikutinya. Kalau sudah begitu jatuhnya dikesalahan berbahasa. Padahal jika mengacu pada KBBI pengertiannya sebagaimana di jelaskan di atas. 

Dengan demikian ditinjau dari pengunaan bahasa Indonesia “Orang Papua berkulit hitam” dapat di pertanyakan. Sejauh ini asumsi saya, mayoritas orang Papua itu rata-rasa berkulit cokelat. Coeklat tua atau cokelat mudah. Kecuali teman-teman dari Afrika yang mayoritas berkulit hitam ras negroid, termasuk juga masyarakat di negara kepulauan Melanesia seperti Bougainville dan kepulauan solomon, meskipun kedua daerah ini bukan termasuk ras negroid tetapi mayoritas masyarakatnya berkulit hitam.

Dari kasus semacam ini menurut saya salah jika kita turut mengakatan orang Papua itu berkulit hitam Naa sekarang….pertanyaannya, apakah klausa “orang Papua berkulit hitam” itu mengacu pada mayoritas atau minoritsa? Mari kita bahasa bersama.

Alasan Orang Papua bukan berkulit hitam dari segi ras? 

Ras adalah pengelompokkan manusia berdasarkan ciri-ciri luar atau fisiknya saja seperti warna kulit, rambut, bentuk hidung, kepala, postur tubuh serta susunan giginya. Di tinjau dari segi penyebarannya, sejauh ini yang diterima adalah  penjelasan dari beberapa arkeolog yang mengatakan bahwa nenek moyang orang Papua adalah kelompok manusia prasejarah yang diperkirakan keluar atau berasal dari pusat peradaban awal umat manusia di Afrika. Namun, bukan berarti hal itu menjukan orang Papua merupkan ras negroid.

Menurt wikipedia bahasa Indonesia kata negro berarti “hitam” dalam bahasa Spanyol dan Portugis, dari bahasa Latin niger. Ras Negroid adalah istilah yang pernah dipakai untuk menunjuk pada fenotipe umum dari sebagian besar penghuni benua Afrika di sebelah selatan gurun Sahara. Keturunan mereka banyak mendiami Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa dan Timur Tengah.

Pakar genetika asal Italia, Luigi Luca Cavalli-Sforza telah membuktikan bahwa pembagian manusia dalam ras adalah suatu usaha yang sia-sia. Dengan demikian, dari segi biologi, istilah seperti ras Negroid pada ras manusia tidak dianggap lagi. Fenotipe seseorang ditentukan hanya dengan sejumlah kecil gen. Secara biologis, hanya ada satu ras manusia, yaitu Homo sapiens sapiens. Dari segi fenotipe, ciri khas utama anggota ras Negroid adalah kulit berwarna hitam dan rambut keriting.

Meskipun anggota ras Khoisan dan ras Australoid juga berfenotipe kulit hitam dan rambut keriting, mereka tidak dianggap termasuk ras Negroid.

Dari  pendapat di atas jelas bahwa “ras Australoid” pernah dipakai dulu untuk menunjuk fenotipe umum dari sebagian besar penghuni bagian selatan India, Sri Lanka, beberapa kelompok di Asia Tenggara, Papua, kepulauan Melanesia dan Australia. Dengan demikian orang Papua bukan termasuk kedalam ras Negroid tetapi ras Australoid  bangsa Melanesia yang notabenenya bukan bagian dari  ras negroid seperti Afrika.

Perbedaan warna kulit antara putih dan hitam ini muncul pada zaman penjajan oleh negara-negara kapital di wilayah Afrika. Seperti yang kita ketahui, sampai saat ini orang Afrika akan marah jika dipanggil Negro. Istilah semacam ini digunakan sekitar 1960-an untuk membedakan kelompok penjajah kulit putih (kaukasoid ) dengan orang asli di Afrika. Sampai sekarang di Amerika dan beberapa negara eropa jika menyapa orang kulit hitam dengan Negro/Niger akan menjadi bentuk penghinaan rasial yang tidak akan ditoler oleh orang Afrika maupun keturunan Afrika. 

Dari penjelasan di atas muncul beberapa pertanyaan. Pertama jika kita memang kulit hitam maka di lain sisi kita dapat menganggap hal itu seperti orang kulit putih memperlakukan orang Afrika dengan sebutan negro?. Kedua apakah kita menerima pandangan beberapa arkeolog tentang nenek moyang orang Papua yang datang dari benua Afrika dan tersebar dibeberapa wilayah Asia, Fasifik, dan Australia. Ketika apakah kita ini ras Negroid bangsa Melanesia ataukah ras Australoid bangsa Melanesia? Dan yang keempat apakah kita ini bangsa Austronesia ras  negroid?

Tulisan ini bukan bermaksud mengkeim akan kebenaran dari sisi artikel ini, tetapi lebih pada ingin mencari tahu pengetahuan yang sesungguhnya jadi  jika ada teman-teman yang lebih paham dalam hal ini. Mari kita diskusikan pertanya-pertanyaan di atas untuk menemukan jawabannya bersama!

Penulis: Dihai

Editor: Nuken

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam Artikel, Gaya Hidup, Orang Asli Papua

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: