Pesta Demokrasi Kolonial Indonesia Bukanlah Jaminan


16602941_1851534121775492_2973648265103199240_n

Diskusi bebas AMP Komite kota Bandung.

BANDUNG, MAJALAHWEKO – Pandangan kami dari Aliansi Mahasiswa Papua di Bandung, atas situasi dan kondisi saat ini di atas Teritori West Papua dengan pesta demokrasi colonial Indonesia tidak ada pengaruhnya bagi Bangsa Papua dan Tanahnya kenapa..? Karna, fakta hari ini jelas..! Pesta Demokrasi kalau di lakukan oleh Bangsa yang menjajah terhadap Bangsa yang dijajah itu logikanya sangat konyol di zaman modern yang sudah serbah canggih begini.

Bangsa Papua bukan lagi berda di zaman batu, Bangsa Papua sangat sadar dan tau akar persoalan mereka itu, status politik mereka dan, sejarah mereka, yang pernah di korbankan oleh Indonesi, Belanda, Amerika dan PBB melalui UNTEA. Atas kongkalingkong demi kepentingan ekonomi politik bagi mereka.

Jadi sekarang siapa mau tipu siapa, atau masih mau berbohong..? Bangsa West Papua sangat mengenal watak Negara colonial Indonesia dengan sistem negaranya yang berpaham demokrasi ‘’Liberal’’ ini.

Menjelang pesta Demokrasi colonial Indonesia di atas Teritori West Papua yang belakangan ini kita ikuti, pernyataan-pernataan yang di lontarkan Lukas Enembe sebagai gubernur colonial Indonesia di Teritori West Papua yang intinya kata dan kalimat ‘’ perang’’ perang dengan siapa ? Mengaku diri kepala suku Orang Papua, yang sedang terus melus di media social baginya wajar dengan posisinya.

Kutipan kata Lukas Enenbe:

‘’Saya hanya mengurus rakyat. Saya dari dulu mengurus rakyat Papua, itu tugas saya,” katanya.

Logikanya begini, Luakas mengaku dirinya mengurus rakyat kalau memang benar demikian selama masa kepemimpinannya kerap kali kausus-kasus kejahatan bereskala kecilbmaupun besar dalam penanganan proses penyelesaian sudah berhasil? 

Kasus penembakan di Paniai 8 Orang tewas di antaranya 3 anak SMA 2014 dengan seragam dan, yang baru-baru ini kasus, dogiyai swiping sewenang-wenang dengan potensi ketidak manusiawian yang tinggi hingga mengakibatkan korban luka-luka terhadap Rakyat sipil baru kemarin apa sikapnya..? 

Ada initervensi dirinya secara nyata dalam penanganan ke dua kasus ini? Belum kasus kekerasan lainnya. Lalu sekarang Lukas bilang perang, perang dengan siapa..? Dan siapa pasukan perang sih Lukas? Dan siapa pemimpin perang pak Lukas? Atau mungkin Lukas sudah membuat perjajian sewa dengan tentara Bayaran untuk menghadapi serangan pemerintah pusatnya kolinial Indonesia melalui sayap militer yang merupakan tembok? Ini kan jelas..! Hanya demi kepentingan Ekonomi-politik pusat Kolonial Indonesia di Jakarta, dan demi posisi kedudukan dan jabatan di daerah koloni Teritori West Papua, yang menurut colonial Indonesia sebut Provinsi Indonesia timur Papua dan Papua barat ini.

Walaupun dari belakang Lukas kembali menghimbau bahwa, berita-berita yang sedang di sebar-luaskan itu berita hoax / tidak benar tetapi, kenyataaa hari ini dilihat dari posisinya masih tetap colonial itu jelas.

Lalu dengan pesta demokrasi berbagai kabupaten Kolonial di Teritori West Papua yang sedang ramie liar saat ini mungkin bias dikatakan memberikan suatu sprite bagi colonial meredamkan arus gerak perjuangan politik Rakyat West Papua? Sayang, hanya bagaikan kebohongan untuk sesaat. Sehingga sangat tidak perlu dan, bukan waktunya Rakyat Bangsa West Papua bersikap munafik. 

Hari ini kita yang masih bernafas ini hanya yang tersisa sehingga, dengan kesempatan ini dapat kami mengingatkan kembali terutama untuk kami, dan kepada kita semua Bangsa West Papua agar kita tidak terhanyut tenggelam dan terlena dengan situasi tersebut di atas. 

Harus gerak pergerakan perjuangan politik kita Bangsa West Papua Jalan tidak bisa di hentikan oleh siapapun. 

Diam berarti terhenti tidak..! Sekalipun tidak sebanding jumlah itu, bukan patokan dan ukuran apaun kondisi dan situasi harus gerak perjuangan politik kita Bangsa West Papua demi Hak Menentukan Nasib Sendiri. Biarkan mengalir dan jalan di benak Jiwa dan pikiran kita serta mengkombinasikan dengan Hati kita terutama. Dan tindakan kita mengikutinya.

‘’Solusi satu-satunya Hanya Hak menentukan Nasib Sendiri Bagi Rakyat West Papua’’! Sikap Politik AMP-KKB

Salam pembebasan..!

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Ditulis dalam AMP, Diskusi, Mahasiswa Papua, Politik, Suara Mahasiswa

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: