New York Agreement 15 Agustus 1962 Adalah Keputusan Yang Ilegal


SURABAYA,  MAJALAHWEKO –Hari ini Sabtu (15/8/2015)., Mahasiswa dan masyarakat Papua  yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota Surabaya dan malang jawa Timur kembali mengelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota malang jawa timur.

Aksi demo damai ini gugat  New York Agreement 15 Agustus 1962, dimana tidak sesuai dengan Hukum internasional.

Masyarakat dan Mahasiswa asal Papua yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua juga Membawa sejuamlah poster, di antaranya bertuliskan ” New York Agreement 15 Agustus 1962 Belanda Indonesia Ilegal, “Tarik TNI/POLRI organik maupun non organik dari west papua” “Hak menentukan nasib sendiri solusi demokratis bagi rakyat Papua Barat,” “Freedom Now For West Papua,” dan poster lain yang bergambar bintang kejora (Bendera West Papua). Demo tersebut mendapat penjagaan yang cukup ketat dari kepolisian dan dan Beberapa TNI.

Masyarakat dan Mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Papua Komite Kota  Surabaya dan malang saat orasi bergantian mempertegaskan kembali  New York Agreement  illegal  atau cacat hukum Internasional maka,  rezim Joko Widodo dan JK segera memberikan hak menentukan nasip sendiri sebagai solusi demokrasi.

New York Agreement itu sendiri Rakyat Papua tidak pernah libatkan dalam pendatanganan perjanjian New York, akibat dari itu papua terus bergejolak sampai saat ini.

Perjanjian ini mengatur masa depan wilayah Papua Barat yang terdiri dari 29 Pasal. Salah satunya  mengatur tentang ““Penentuan Nasib Sendiri (Self Determination) yang didasarkan pada praktek Internasional yaitu satu orang satu suara (One Man One Vote)”.

Aksi ini tidak hanya se-jawa-timur tetapi beberapa kota sejawa bali, seperti Jakarta, Bogor, Semarang dan Bandung telah melakukan aksi serentak memprotes hari New York Agreement yang illegal.

Masyarakat dan Mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) juga menuntut pemerintah menarik militer Indonesia, baik organik maupun non-organik dari seluruh tanah Papua untuk menghentikan segala bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan oleh negara Indonesia terhadap rakyat Papua‎.

Tuntutan lainnya untuk menutup dan menghentikan aktivitas eksploitasi semua perusahaan multinasional corporation di antaranya Freeport, BP, LNG Tanggu, Medco, Corindo dan lainnya dari tanah Papua. (KW)

Perihal

"Bermimpi boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk bangun dan kejar mimpi itu"

Tagged with:
Ditulis dalam Berita

Dilarang keras Komentar yang berbau SARA, Pornografi, Pelecehan dan Kekerasan. Orang Pintar Pasti Komentar Yang Berkualitas.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: